hari ini :

Home » Uncategorized » Cipongkor Bandung Barat Masuk Binaan P2WKSS Dan Gempungan Gerakan Perempuan Membangun

Cipongkor Bandung Barat Masuk Binaan P2WKSS Dan Gempungan Gerakan Perempuan Membangun

photo credit: pemberian bantuan program Gempungan / dok. Banu

EDUPUBLIK, Bandung Barat – Untuk mengentaskan kemiskinan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada tahun 2017 membina 500 Kepala Keluarga (KK), melalui program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) serta program Gerakan Perempuan Membangun (Gempungan). Kali ini yang jadi sasaran P2WKSS adalah Desa Citalem Kecamatan Cipongkor, sedangkan Program Gempungan diberikan pada 48 desa se-KBB.

“Sama halnya dengan Program P2WKSS, untuk Program Gempungan juga masing-masing desa mendapat 100 KK binaan. Jadi untuk Kecamatan Cipongkor saja, total binaan kedua program itu ada 500 KK,” beber Asep Wahyu, disela-sela Kunker Bupati Bandung Barat ke lokasi binaan P2WKSS di RT 04 Rw 05 Desa Citalem.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas  Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB Asep Wahyu saat Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Bandung Barat H. Abubakar ke lokasi binaan P2WKSS Desa Citalem, Kamis (26/10/17).  Dalam acara tersebut, empat desa binaan Program Gempungan di Kecamatan Cipongkor yakni Desa Cibenda, Desa Mekar Sari, Desa Cijenuk dan Desa Baranangsiang ikut dihadirkan dan sekaligus tanda launching program yang merupakan adopsi dari P2WKSS.

Menurutnya, program P2WKSS tahun 2017 tersebut telah berjalan selama delapan bulan dengan kondisi pembangunan fisik hingga kini mencapai 75 persen. Sisanya bisa dilaksanakan sambil berjalan untuk mendapat penilaian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, 16 November mendatang.

Dikatakan Asep, untuk pelaksanaan pembangunan fisik di lokasi binaan P2WKSS tersebut, sekitar 40 persennya merupakan partisipasi berbagai komponen masyarakat. Salah satunya, tanah untuk pembangunan rumah pintar dan ruang anak, wakaf dari  Jajang Ridwan dan Atun Udi, warga setempat. “Kegiatan pembangunan ini digerakkan oleh ibu-ibu di sini (Citalem) dan bantuan berbagai asfek dari berbagai pihak, termasuk leading sector lainnya,” terangnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A KBB Euis Jamilah menambahkan, rumah pintar di lokasi P2WKSS Citalem bisa dibanggakan. Karena dari segi ukuran saja, ada nilai lebih. Standar ukuran bangunan rumah pintar hanya 10 x 10 meter. Sedangkan Rumah Pintar Citalem keseluruhan bangunan berukuran 106 meter dengan bangunan utama 6 x 12 meter.

Ia juga mengatakan keterlibatan organisasi wanita dalam merealisasikan program P2WKSS dan Gempungan, tidak terlepas dari campur tangan berbagai organisasi kewanitaan. Antara lain TP-PKK, Dharma Wanita, Ikatan Keluarga Dewan (IKD), Muslimat NU, GOW, IGTK, Himpaudi, Peka dan lain-lain. “Peran mereka-mereka ini luar biasa dalam merealisasikan program-program itu,” tandasnya.

Bupati Bandung Barat H.Abubakar mengatakan jika pelaksanaan program P2WKSS tersebut sasarannya hanya satu desa dalam satu tahun, terlalu lama untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Oleh sebab itu, pemkab Bandung Barat mengadopsi program P2WKSS dalam program Gempungan. Ia juga berharap Program P2WKSS dan Gempungan ini hendaknya menjadi model dalam rangka percepatan pembangunan bagi keluarga Pra KS menuju norma Keluarga Kecil Sehat Sejahtera. “Melalui program ini, semua komponen bergerak sehingga bisa melakukan percepatan pembangunan sebagai implementasi dari Visi Cermat. Kita juga berharap model seperti ini bisa diikuti desa lainnya, untuk menumbuhkan kembali rasa gotong royong dalam pembangunan,” tuturnya.

Abubakar juga mengatakan jika program Gempungan di KBB, telah berjalan di tahun ketiga. Sementara program P2WKSS yang merupakan program pemerintah pusat, di KBB telah berjalan selama Sembilan tahun. “Alhamdulillah dalam P2WKSS kita selalu mendapat nominasi yang baik. Mudah-mudahan saja, Citalem juga bisa menjadi yang terbaik,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Abubakar didampingi Ketua TP-PKK KBB Hj.Elin S Abubakar, Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra, Ketua DPRD KBB Aa Umbara Sutisna, Ketua IKKD KBB Yuyun Aa Umbara Sutisna, serta sejumlah pejabat teras KBB serta undangan lainnya yang mencapai ratusan orang. Kepala Desa Citalem Mauludin Sofyan dan Ketua TP-PKK Desa Citalem Ny.Mauludin, memaparkan kondisi Desa Citalem sebelum dan setelah mendapat binaan P2WKSS. [Bn]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares