hari ini :

Home » Pemerintahan » BNNP Jabar Kobarkan Semangat Lawan Kejahatan Narkotika

BNNP Jabar Kobarkan Semangat Lawan Kejahatan Narkotika

 

BNNP Jabar Kobarkan Semangat Lawan Kejahatan Narkotika

photo credit: BNNP Jabar / dok. Akbar

EDUPUBLIK, Bandung – Rilis media akhir tahun 2017 BNNP Jabar yang disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) Brigjen Pol Rusnadi  yang diwakili oleh Kabag Umum BNNP Jabar Cecep Suherman S,Sos di kantor Kantor BNNP Jawa Barat jalan Terusan Jakarta No.50 Antapani,Kamis, (28/12/2017).

Penyalahgunaan dan Peredaran GeIap Narkotika merupakan tindak kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata daIam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. OIeh karena itu kejahatan ini harus diberantas dan ditangani secara menyeluruh atau komprehensif.

Sebagai negara yang menjadi salah satu sasaran dan pangsa pasar terbesar daIam peredaran narkotika yang dikendaIikan oIeh jaringan nasional dan internasional, Indonesia teIah mengambil Iangkah tegas daIam menghadapi bentuk perang modern ini.

Di awal pemerintahannnya. Presiden Joko Widodo menyatakan kepada seIuruh bangsa Indonesia bahwa Indonesia berada dalam situasi darurat narkoba dan menyatakan perang besar terhadap segala bentuk kejahatan narkotika

Sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika, Presiden Joko Widodo telah mengeksekusi para terpidana mati kasus narkotika beberapa waktu IaIu. Meski menuai kontroversi dari pihak asing, sebanyak 15 terpidana mati baik WNA maupun WNI kasus narkotika teIah dieksekusi. SaIah satunya adalah Freddy Budiman Gembong Narkotika Kelas kakap di Indonesia yang kerap terIibat kasus kasus penyelundupan narkotika dari mancanegara meskipun tengah mendekam daIam jeruji besi.

Tindakan tegas ini mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai Iembaga Negara yang bertugas melaksanakan Pemerintahan dibidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), untuk lebih agresif dalam menangani permasaIahan narkotika di Indonesia meIaIui strategi Demon Reduction yaitu dengan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkotika, dan strategi Supply Reduction melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkotika jera.

Hukum Tegas Dan Terukur Sebagai Efek Jera

Guna mendukung upaya penegakan hukum yang lebih baik dalam memerangi narkotika, BNN Provinsi Jawa Barat mempersenjatai diri dengan senjata yang lebih modern serta menambah kekuatan pasukan dengan K9 sebanyak 2 unit beserta 2 person” satgas K9 BNN.

Dengan penguatan yang telah dilakukan pada periode 2017 ini BNN Provinsi Jawa Barat telah menangkap 73 kasus narkotika dan mengamankan 105 tersangka serta yang ditangani oleh BNN Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Barat

Dari jumlah tersebut, jika dibandingkan dengan tahun 2016 pengungkapan kasus narkotika sebanyak 15 kasus maka terjadi tren peningkatan sebanyak 75% dalam pengungkapan kasus narkotika.

Meskipun Pemberantasan terhadap peredaran gelap narkotika kian gencar dilakukan nyatanya sindikat narkotika tetap berusaha mencari celah untuk menyusupi negara ini dengan narkotika melalui jenis, modus operandi dan bentuk baru untuk menghindari jerat hukum.

Sebagai Iembaga negara yang bertanggungjawab dalam penanganan permaslaahan narkotika, BNN Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman narkotika jenis baru atau NPS (New Psycoactive Substances) tersebut sampai akhir tahun 2016 BNN telah mengidentifikasi 46 NPS. Dari jumlah tersebut 18 diantaranya sudah masuk dalam lampiran Permenkes nomor 13 tahun 2014, sedangkan 28 lainnya masih dalam tahap pembahasan dan akan segera masuk dalam lampiran Permenkes sehingga memiliki ketegasan hukum

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Sebagai upaya untuk melindungi generasi muda dari kejahatan narkotika pada tahun 2017 ini BNN Provinsi Jawa Barat semakin aktif melakukan langkah langkah preventif yang bertujuan memberikan kekebalan sehingga meningkatkan imunitas masyarakat dari penyalahgunaan narkotika Langkah ini diambil sebagai solusi tepat untuk mematikan pangsa pasar narkotika di Indonesia sehingga Indonesia tidak lagi menajadi Iahan subur bagi sindikat narkotika

Pada tahun 2017 BNN Provinsi Jawa Barat telah melakukan pencegahan berupa advokasi, sosialisasi dan kampanye STOP Narkoba sebanyak 578 kegiatan yang melibatkan 83.025 orang dari berbagai kalangan baik kelompok masyarakat, pekerja, instansi pemerintah mapupun pelajar dan mahaisiwa.

Dalam upaya mengoptimalkan pencegahan bahaya narkotika, BNN provinsi Jawa Barat senantiasa berinovasi dalam mengemas pesan STOP Narkoba salah satunya membentuk SAHABAT BNN dengan menggandeng lingkungan Pendidikan dari tingkat SMP sampai dengan Perguruan Tinggi.

Gali Potensi Diri Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Tidak dapat dipungkiri suburnya pangsa pasar narkotika menjadi alasan bagi beberapa orang untuk menjadikan narkotika sebagai ladang bisnis. Bahkan bagi beberapa daerah yang dikenal rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bisnis kejahatan ini bersifat turun temurun

Untuk mengatasi masalah tersebut maka BNN Provinsi Jawa Barat melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan keterampilan yang bertujuan untuk menggali potensi dari masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di daerah rawan narkotika, untuk melahirkan individu mandiri yang memiliki etos kerja yang baik sehingga tidak Iagi menjadikan narkotika sebagai pilihan bisnis untuk melanjutkan kehidupan.

Pada tahun 2017 BNN Provinsi Jawa Barat telah melakukan 11 Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan 290 orang. Kegiatan Ini telah mampu meningkatkan potensi diri masyarakat daerah rawan narkotika sehingga lebih produktif dan kreatif dalam menciptakan peluang bisnis yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mampu mengubah daerah rawan narkotika menjadi daerah yang kondusif dan layak huni.

Sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika BNN Provinsi Jawa Barat memfasilitasi 88 kegiatan Tes Urine yang diikuti oieh 6.856 orang dengan hasil sebanyak 100 % peserta dilaporkan bersih dari narkotika

Rehabilitasi Masif Sebagai Pengobatan

Rehabilitasi merupakan salah satu poin penting dalam menekan angka prevalensi penyalahguna narkotika, selain dapat memulihkan penyalahguna, dengan rangkaian program rehabiltasi dapat mencegah penyalahguna terperosok lebih dalam pada candu narkotika serta mencegah agar mereka tidak kambuh kembali (relapse)

Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 teiah memberikan layanan rehabilitasi penyalahguna narkotika sebanyak 791 klien terdiri atas layanan rawat jalan dan rawat inap , sedangkan yang mengakses layanan Pascarehabilitasi sebanyak 786 klien.

Untuk mengoptimalkan layanan rehabilitasi BNNP Jawa Barat bekerjasama dengan 40 Lembaga/Instansi Pemerintah dan 45 Komponen Masyarakat. Sedangkan untuk layanan Pascarehabilitasi, BNNP Jawa Barat bekerja sama dengan RS Bhayangkara Sartika Asih , BAPAS Bandung dan Bogor serta 3 lembaga Komponen Masyarakat untuk Layanan Rumah Damping yang berlokasi di Bogor dan Bekasi serta 1 Rumah Damping berlokasi di Bandung dikelola langsung oleh BNNP Jawa Barat.

Melalui rehabiltasi massif ini diharapkan mantan penyalahguna narkotika dapat kembali hidup di tengah tengah masyarakat secara normative, produktif dan dapat berfungsi secara social serta menekan angka prevalensi penyalahguna narkotika secara signifikan di tahun tahun mendatang

Sinergitas Perangi Narkotika

Penanganan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggungjawab seluruh elemen bangsa.

Selain menjalin kerjasama dan sinergi dengan aparat penegak hukum dalam penanganan pemberantasan narkotika pada tahun 2017 BNN Provinsi Jawa Barat juga telah membangun sinergitas dan kerjasama dengan Pemerintah Proviinsi Jawa Barat, Polda Jabar, Kanwil Kemenkumham.

Pantang Berpuas Diri

Segala pencapaian yang telah diraih sepanjang tahun 2017 dan tahun tahun sebelumnya tidak menjadikan BNN Provinsi Jawa Barat berpuas diri dan larut dalam rasa bangga. Hal ini menjadi motivasi bagi BNN Provinsi Jawa Barat untuk tetap berkomitmen memberantas peredaran gelap narkotika secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku, serta meningkatkan kinerja demi melindungi generasi bangsa dimasa yang akan datang.

Kedepan BNN Provinsi Jawa Barat akan tetap fokus pada strategi penanganan permasalahan narkotika yaitu Supply Reduction dan Demand Reduction, dengan melakukan pencegahan Penyalahgunaan narkotika secara massif serta meningkatkan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat dalam program P4GN di Jawa Barat.

Dengan adanya komitmen, sinergitas dan kerjasama yang baik BNN Provinsi Jawa Barat optimis penyalahgunaan peredaran gelap narkotika dapat diberantas hingga ke akar-akarnya. BNN Provinsi Jawa Barat juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengobarkan api semangat berjuang bersama melawan kejahatan narkotika #stopnarkoba.[rls/SA]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares