hari ini :

Home » Politics » Survei Ilma: Pasangan TB Hasanudin dan Anton Dinilai Unggul Pada Debat Publik Kedua Dalam Program dan Solusi

Survei Ilma: Pasangan TB Hasanudin dan Anton Dinilai Unggul Pada Debat Publik Kedua Dalam Program dan Solusi

 

photo credit: Konferensi Pers survei ILMA di Pilgub Jabar / dok. Ist

EDUPUBLIK, Bandung – Empat pasangan calon akan bertarung memperebutkan suara rakyat, sekitar satu bulan lagi, tepatnya pada 27 Juni 2018 mendatang masyarakat Jawa Barat akan menggelar pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, yakni pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum yang diusung Partai Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura. Kemudian nomor urut 2 Tubagus Hasanudin dan Anton Charliyan Amanah yang diusung PDIP. Pasangan nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu didukung oleh PKS, PAN, dan Gerindra. Sedangkan pasangan nomor urut 4 adalah Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi yang diusung oleh Partai Demokrat dan Golkar.

Lembaga survei ILMA Research and Consulting akhirnya mengumumkan hasil survei terhadap warga Jawa Barat terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, melalui Konferensi Pers, Kamis, (24/5/2018), di Malaka Hotel jalan Halimun Bandung,

Menjelang pelaksanaan Pilkada Jabar ini, llma Research and Consulting merilis hasil survei yang digelar pada 15 Mei 20 Mei 2018. Survei menunjukkan bahwa ada tiga pasangan calon bersaing ketat dengan selisih elektabilitas yang sangat tipis. Yakni Ridwan Kamil dengan elektabilitas tertinggi sebesar 28,63 persen, unggul tipis dari Deddy Mizwar dengan elektabilitas 27,88 persen, kemudian TB Hasanuddin meraih 19,50 persen, sedangkan Sudrajat meraih 5,13 persen, dan responden yang menjawab Tidak Tahu/Tidak Menjawab 18,88 persen.

Tingkat elektabilitas calon dalam survei ini menunjukkan bahawa persaingan masih sangat ketat dan dinamis, apalagi 38,88 persen responden dalam survei ini mengaku belum yakin pada pilihannya, atau masih bisa berubah pilihan.

Survei yang digelar llma Research and Consulting ini mengambil populasi masyarakat Jawa Barat yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah pada saat survei dilaksanakan. Survei dilaksanakan di 80 Desa/Kelurahan yang meliputi 27 Kab/Kota di Jawa Barat. Adapun Metode Penarikan Sampel dalam survei ini memakai Multistage Random Sampling dengan Jumlah sampel 800 Responden dan Margin Of Error +3,46% pada tingkat kepercayaan 95%.

Agar distribusi sampel memadai, maka pada setiap desa/ Kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden yang berasal dari 2 RT, dengan proporsi gender laki-laki dan perempuan 50:50. Sedangkan teknik pengumpulan data: Responden Terpilih diwawancarai tatap muka menggunakan kuesioner dan kartu bantu oleh pewawancara yang telah dilatih.

Terkait popularitas calon, survei menemukan bahwa Calon Gubernur yang paling dikenal masyarakat Jawa Barat adalah Deddy Mizwar 96,3%, kemudian Mochamad Ridwan Kamil 86,8%, TB Hasanuddin 67,9%, dan Sudrajat 353%. Sedangkan Calon Wakil Gubernur yang paling dikenal masyarakat adalah Dedi Mulyadi 71,6%, kemudian UU Ruzhanul Ulum 42,8%, Ahmad Syaikhu 36.4%, dan Anton Charliyan 33,1%.

Survei ini juga mengukur tingkat aksepabilitas (peneriman) responden terhadap calon, dengan parameter ketegasan, kewibawaan, sifat merakyat, dan kemampuan memimpin Jawa Barat.

Dalam parameter siapa yang paling tegas? Nama Deddy Mizwar teratas dengan 30,13 persen, disusul Ridwan Kamil meraih 29,86 persen, TB Hasanuddin 23,63 persen, Sudrajat 12,25 persen, dan tidak tahu/ tidak menjawab 4,13 persen.

Kemudian parameter siapa yang paling berwibawa? Ridwan Kamil teratas dengan 29,38 persen, disusul Deddy Mizwar 28,88 persen, TB lasanuddin 22,25 persen, dan Sudrajat 14,75 persen.

Lantas siapa yang paling merakyat? Deddy Mizwar teratas dengan 32,63 persen, Ridwan Kamil 30,50 persen, TB Hasanuddin 22,75 persen, dan Sudrajat 9,00 persen.

Adapun dalam paramater siapa yang paling mampu memimpin Jawa Barat? Deddy Mizwar teratas 30,75 persen, Ridwn Kamil 29,88 persen, TB Hsanuddin 19,63 persen, dan Sudrajat 6,13 persen.

Secara umum, survei ini juga dilihat pengetahuan responden tentang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada 27 Juni 2018. Hasilnya sebanyak 92% Masyarakat Jawa Barat sudah tahu akan dilaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada 27 Juni 2018.

Tingkat partisipasi masyarakat Jawa Barat untuk datang ke TPS dan menggunakan Hak Suaranya pada Pilkada mendatang sangat tinggi, yaitu sebesar 97,75%, namun di sisi lain ada juga masyarakat yang sudah menyatakan bahwa mereka tidak akan memilih pada pilkada mendatang.

Diketahui bahwa sebesar 90,13% masyarakat sudah terdaftar sebagai pemilih, 2,63% belum terdaftar, dan 7,25% belum mengetahui terdaftar atau belum sebagai pemilih pada pilkada Jawa Barat.

Survei ini juga menemukan adanya pengaruh cukup signifikan dari debat kandidat yang digelar KPU Jawa Barat pada 28 Maret 2018 dan 14 Mei 2018, dimana sebanyak 57,37 persen responden mengaku menyaksikan debat kandidat tersebut, 26,75 persen tidak menyaksikan, dan 15,88 persen tidak tahu/tidak menjawab.

Setelah debat kandidat itu, calon nomor urut 2 TB Hasanuddin-Anton Charliyan dinilai paling jelas program dan solusinya dalam memimpin Jawa Barat, yakni dengan persentase 16,63 persen. Disusui Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi dengan 15,00 persen, Ridwal KamilUU Rizhanul Ulum 14,13 persen, dan Sudrajat-A Syaikhu 9,13 persen.

Ketika responden ditanya, setelah menyaksikan debat kandidat pasangan mana yang paling memaham permasalahan di Jawa Barat? Hasilnya pasangan Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi meraih 16,25 persen, Ridwan Kamil UU Rizhanul Ulum meraih 16,00 persen, TB Hasanuddin-Anton Charliyan 14,13 persen, dan Sudrajat-A Syaikhu hanya sebesar 8,50 persen.

Dalam survei juga dilihat reaksi responden terkait kampanye #2019GantiPresiden yang dilakukan pasangan Sudrajat-Syaikhu pada acara Debat Kandidat tersebut. Sebanyak 33,63 persen responden menilai kampanye itu kurang tepat dilakukan, kemudian 16,75 persen menilai tidak tepat, dan hanya 1,38 persen yang menilai kampanye itu tepat.

Secara keseluruhan, survei ini menunjukkan bahwa pasangan paling unggul dalam debat kandidat adalah TB Hasanuddin-Anton Charliyan dengan 16,13 persen, disusul Ridwan Kamil UU Rizhanul Ulum dengan 15,75 persen, Dedi Mizwar Dedi Mulyadi 15,13 persen. dan Sudrajat A Syaikhu hanya meraih 7,75 persen. [Red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares