hari ini :

Home » Lingkungan » Pengecoran Saluran Limbah Pabrik di Sungai Cibabakan Yang Penuh Bangkai Ikan Sapu

Pengecoran Saluran Limbah Pabrik di Sungai Cibabakan Yang Penuh Bangkai Ikan Sapu

photo credit: pengecoran saluran limbah pabrik di sungai cibabakan / dok. Akbar

EDUPUBLIK, Bandung – Pengecoran di dua saluran limbah pabrik yaitu PT. Safilindo dan PT. Pranata Jaya Abadi (PJA) disaksikan oleh kepala desa Sukasari Kecamatan Pameungpeuk Banjaran Erwan Setiawan beserta beberapa awak media dan LSM PMPR dilakukan pada hari, Sabtu (02/06/2018)

Pada saat pelaksanaan pengecoran tersebut, terlihat di sungai Babakan yang menjadi pembuangan limbah PT. Safilindo dan PT. Pranata Jaya Abadi (PJA) mengapung bangkai ikan sapu yang merupakan ikan terkuat yang mampu hidup dalam air limbah.

photo credit: bangkai ikan sapu sapu di sungai Cibabakan yang tercemar limbah pabrik / dok. Stanly

“Ikan sapu itu ikan paling kuat di Citarum. Tapi di sungai Cibabakan ini bangkai ikan sapu menggunung. Berarti besar sekali racun yang mengaliri air sungai ini,” ujar Kolonel. Inf. Yusep selaku Dansektor 21 program Citarum Harum.

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut kepada salahseorang masyarakat yang tinggal tidak jauh dari aliran sungai, dia menyebutkan bahwa sempat ratusan bangkai ikan mengambang di aliran sungai tersebut. “Selain terlihat menjijikan bau dari sungai itu sangat menyengat. Kami tidak tenang berada diluar rumah akibat bau limbah tersebut,” ujarnya.

photo credit: Erwan Setiawan kepala desa Sukasari / dok. Akbar

Erwan Setiawan selaku kepala desa Sukasari tempat keberadaan pabrik tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya pernah melakukan teguran namun ternyata hal tersebut tidak diindahkan. “Saya pernah melihat orang-orang dari Dinas LH datang ke pabrik-pabrik tersebut bahkan dari Polsek. Saya kira sudah diselesaikan ternyata hingga saat ini belum ada perubahan,” jelas Erwan.

Masih kata Kolonel Inf. Yusep menegaskan bahwa pihaknya hanya ingin sungai kembali bersih. “Saya hanya ingin sungai kembali dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat untuk air minum dan mandi. Tidak seperti sekarang hanya dapat dipakai untuk mencuci karena beracun,” tegas Yusep.

Saat melihat IPAL yang ada di dekat aliran sungai tersebut yang merupakan IPAL milik PT. PJA, kondisi IPAL tersebut tidak layak untuk disebut sebagai IPAL yang baik dan berstandar sesuai aturan. Penanggungjawab IPAL tersebut yaitu Mufti mengungkapkan bahwa saat ini IPAL tengah dalam pengembangan dan sempat mengelak bahwa limbah yang dibuangnya sudah sesuai mutu. Namun saat diperlihatkan video Mufti terlihat bingung dan tidak dapat berkelit lagi.

photo credit: Teguran keras Dansektor 21 program Citarum Harum kepada pihak pabrik / dok. Akbar

Kolonel Inf. Yusep yang menyaksikan kondisi IPAL tersebut langsung meminta Mufti untuk menghadirkan penanggungjawab pabrik PT. PJA yaitu Toni yang akhirnya meminta Kolonel Inf. Yusep datang ke kantornya di Pabrik PT. PJA bersama rombongan awak media dan kepala desa Sukasari.

Dari pertemuan yang dilakukan di kantor, Toni selaku penanggungkjawab pabrik, terungkap bahwa secara umum PT.PJA telah melanggar aturan yang ada dengan membuang limbah yang belum baik dan belum mendapatkan izin penambahan volume debit limbah dari produksi pabriknya. [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares