hari ini :

Home » Ekonomi » Ini Pemberdayaan Ekonomi ala Partai Berkarya – Dirikan UKM Goro Dayung di Bandung    

Ini Pemberdayaan Ekonomi ala Partai Berkarya – Dirikan UKM Goro Dayung di Bandung    

EDUPUBLIK, Bandung – Nyaris tanpa seremoni gebyar seperti biasanya, telah berlangsung peresmian proyek percontohan pemberdayaan ekonomi Partai Berkarya di Kota Bandung Jawa Barat. Tepatnya ini berlangsung pada Rabu, 5 September 2018. Wujudnya berupa retail atau gerai usaha kecil menengah (UKM), berupa toko kebutuhan sembako. Tokonya ternyata terbilang lengkap, lokasinya  di Jalan Raya Arcamanik Endah No. 93 Bandung. Penggagasnya dikenal sebagai dosen Unisba (Universitas Islam Bandung) Mardiana Indraswati.

“Ini sudah lama saya cita-citakan pengembangan usaha, sesuai yang dikembangkan Bung Tommy Soeharto, yakni berbasis Goro (Gotong royong). Makanya, saya rela bergabung ke Partai Berkarya. Semata ingin mengembangkan tata ekonomi yang berkeadilan,” papar Mardiana yang sebelumnya pernah menjadi anggota DPR RI selama 2 periode (2004 – 2014) dari Partai Amanat Nasional.

“Nama Goro Dayung terinspirasi dari usaha pemenuhan kebubutuhan sembako di Jl. Dayung (Arcamanik Kota Bandung), yang saya rintis sejak tahun 1990-an,” lanjut Mardiana seusai secara resmi pagi itu membuka retail Goro Dayung di pemukiman Arcamanik Kota Bandung, sambil menyatakan – “Ini akan dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Barusan saja rekan-rekan di provinsi lain sudah ada yang meminta dibuka retail semacam ini.”

Hadir pada peresmian retail Goro Dayung ini yang di dalamnya menyajikan sembako, yang juga berbasis media daring, dan melibatkan puluhan pemasok di tingkat petani, peternak, di level ekonomi mikro, antara lain ada Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jabar; Milasari Anggraini dari PT Berkarya Makmur Sejahtera, dan Buya Ermas selaku Ketua STS (Sahabat Tommy Suharto).

Menurut Eka Santosa seusai peresmian retail Goro Dayung ini menyatakan:”Ini yang kita butuhkan. Selama ini para pegiat bisnis di level bawah seakan sudah terkepung oleh semacam kartel atau investor besar. Kekurangannya, para pemasok ini harga dasarnya selalu ditentukan sepihak pembeli di atasnya. Yang berbasis Goro (Gotong royong) ini memiliki keberpihakan pada UMKM (Usaha Menengah Kecil dan Mikro). Semoga segera tersebar se Indonesia” papar Eka sambil menambahkan – “Pemberdayaan ekonomi dari Partai Berkarya ini tanpa dinyana, dalam waktu cepat sudah direspon baik oleh 27 DPD Partai Berkarya di Jabar.”

Sementara itu bagi Kanthi Isyana Dewi, Sekertaris DPD Partai Berkarya Kota Bandung yang menghadiri peresmian ini, mengapresiasi langkah yang dilakukan Mardiana dan Milasari.

“Dalam sekejap, baru saja diminta beberapa rekan di lingkungan bisnis maupun kepartaian, mengembangkan usaha sejenis ini di berbagai sudut Kota Bandung. Yakin, model pemberdyaan ekonomi ini akan sukses.” (HS/SA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares