hari ini :

Home » Edukasi » GWPU Temui MWA Unpad – Satu dari Tiga Calon Rektor, Pertimbangkan !

GWPU Temui MWA Unpad – Satu dari Tiga Calon Rektor, Pertimbangkan !

EDUPUBLIK, Bandung – Tahapan pemilihan rektor Unpad yang menghasilkan tiga kandidat, yaitu Aldrin Herwany (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Atip Latipulhayat (Fakultas Hukum), dan Obsatar Sinaga (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), makin memanas.

Pasalnya, salah satu calon rektor Unpad, Obsatar Sinaga lagi-lagi digoyang kelompok GWPU ( Gempungan Warga Peduli Universitas Padjadjaran). Dugaannya, calon rektor ini seperti tertuang di 8 butir pernyataan sikap yang diajukan ke MWA (Majelis Wali Amanat) Unpad (12/10/2018) pada butir ke-5, 6, dan 7 tersurat ada dugaan keras telah melakukan tindakan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), dengan kategori cukup keras. Korban KDRT ini tak lain mantan isteri Obsatar Sinaga yang telah bercerai melalui Pengadilan Agama sekitar awal tahun 2002.

Diketahui persoalan dugaan KDRT yang berbalut juga dengan perselingkuhan, telah merebak melalui medsos dan media massa. Dan ini pun muncul sebelum MWA Unpad menghasilkan 3 calon rektor.

Keprihatinan GWPU yang di antaranya dikoordinasi oleh Dindin S Maolani dan Memet Hamdan beserta sekitar 30 tokoh Jabar lainnya, mempertanyakan – Mengapa calon rektor yang diduga keras melakukan KDRT kategori cukup berat bisa lolos di tahapan 3 besar?

“Sama sekali kami tak berpretensi kesukuan, siapa pun rektornya selama ia mampu menyelami dan mempraktikkan nilai-nilai luhur Ki Sunda dan nilai luhur ketauladan lainnya, tak dipermasalahkan. Lain halnya, bila ia diduga keras mempraktikkan KDRT kategori cukup berat, ini tentu kami permasalahkan secara proporsional,” papar Dindin sambil menunjukkan pernyataan sikap yang sudah diajukan ke MWA.

Ketua MWA Unpad

Sementara itu Sekertaris Eksekutif MWA, Erri Noviar Megantara yang duduk sejajar dengan Memet Hamdan dan Dindin saat konpers, sepertinya menjawab keprihatinan GWPU, menyatakan:

“Prinsipnya paparan tadi telah memperkaya kami. Ini akan dibawa ke Ketua MWA yang hari ini kebetulan tidak bisa hadir. Ibaratnya, kami seakan memperoleh amunisi, ini lebih lengkap. Nanti akan dirapatkan, semoga lebih komprehensif.”

Pada pihak lain masih di konpers ini Sam Koesoema Soemantri, Rudy Wiranatakoeaoemah, dan Iwan Ridwan Sulandjana selaku wakil dari keluarga pendiri Unpad pada era 1956, menitip pesan kepada MWA Unpad:

“Mohon marwah Unpad sebagai wadah pencetak pemimpin di Jawa Barat khususnya dan nasional umumnya, harus dipimpin oleh pemimpin yang teruji di banyak segi.”

Masih dihari yang sama secara terpisah Eka Santosa, Wakil Ketua Umum IKA Unpad 2014 – 2016 mendukung desakan GWPU ke MWA Unpad.

“Segera saja anulir calon rektor yang jelas-jelas bermasalah. Lainnya, kan sudah clear? Munculkan rektor baru yang bersih. Kita berpacu dengan waktu, warga Jabar butuh percepatan, konsentrasi ke pembangunan yang bermoral. Jangan, habiskan waktu, Unpad jangan dibebani. Pertimbangkan ini secara serius.” (HS/MG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares