hari ini :

Home » Lingkungan » Persiapan MoU Dan Program Kerja Dalam Konsep Pentahelix Oleh Citarum Institut

Persiapan MoU Dan Program Kerja Dalam Konsep Pentahelix Oleh Citarum Institut

EDUPUBLIK, Cimahi – Gelaran acara “Forum Sinergi Pentahelix Sinergi Industri Bersih Kota Cimahi” digelar pada hari Rabu (20/02/2019) di ruang Rektorat IKIP Siliwangi Jalan Terusan Jenderal Sudirman Cimahi. Dalam acara yang digagas oleh Citarum Institut ini, selain Kolonel Inf. Yusep Sudrajat selaku Dansektor21 satgas Citarum Harum, hadir undangan lain yaitu  Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd selaku Rektor IKIP Siliwangi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cimah, APINDO Cimahi, Radio Elshinta Bandung, Wahyu Darmawan selaku penggiat lingkungan.

“Saya sangat setuju dengan program-program yang digagas oleh siapapun yang ingin berkontribusi  dalam program Citraum Harum dan saya sangat mengapresiasi. Namun kenyataaan yang ada, siapa yang bisa bekerja 24 jam seperti TNI? Mengerjakan program Citarum itu berat!” tegas Kolonel Inf. Yusep Sudrajat selaku Dansektor 21 yang menjadi undangan dalam acara “Forum Sinergi Pentahelix Sinergi Industri Bersih Kota Cimahi” yang diadakan oleh Citarum Institut.

Acara “Forum Sinergi Pentahelix Sinergi Industri Bersih Kota Cimahi” ini merupakan acara awal untuk persiapan MoU dan program kerja dalam konsep Pentahelix yang akan dilakukan oleh beberapa pihak. Secara umum, konsep pentahelix merupakan suatu kolaborasi antara 5 komponen strategis yang terdiri dari   institusi akademik, komunitas, pemerintah, pebisnis, dan media yang merujuk kepada  inpres no.7 tahun 2008 dalam aksi bela negara.

Tanggal 22 Februari 2019 nanti akan digelar acara Seminar Sinergi Merawat Alam dan Mitigasi yang akan digelar di Hotel Grand Asrilia Bandung yang diharapkan akan menghasilkan sebuah MoU dan deklarasi kesepahaman yang diharapkan akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan penggagas Citarum Harum yaitu Letjen Doni Monardo.

Dalam kesempatan tersebut, Mansyur yang mewakili APINDO mengungkapkan bahwa dibutuhkan sebuah sarana pendidikan yang bisa mendidik masyarakat untuk dapat menerapkan apa yang disebut program industri bersih. “Nantinya diharapkan akan muncul sosok-sosok yang bisa menerapkan konsep tersebut dalam dunia perindustrian hingga industri yang ada akan benar-benar mampu menjaga lingkungannya,” kata Mansyur. “Kami dari pihak APINDO dengan senang hati akan membantu membiayai konsep itu dan berharap nantinya lulusan dari pendidikan ini akan mengabdi kepada dunia industri,” lanjut Mansyur.

Sementara itu, Kolonel Inf. Yusep Sudrajat mengungkapkan bahwa hingga saat ini yang mengetahui lapangan hanya pihak TNI. “Sudah bukan masanya lagi kita berteori dan  berdiskusi. Kenyataan di lapangan membutuhkan action yang lebih nyata,” kata Kolonel Inf. Yusep Sudrajat. “Kami yang diturunkan berdasarkan Perpres no. 15 tahun 2018 ini merupakan tanda bahwa Citarum dalam kondisi darurat. Tidak akan ada kami jika semua unsur yang terkait dengan lingkungan melakukan hal yang benar,” ungkapnya lagi.

Kolonel Inf. Yusep Sudrajat juga menjelaskan bahwa kondisi dilapangan banyak kerancuan-kerancuan dan kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh berbagai pihak. “Kondisi seperti itu yang seharusnya diperhatikan dan menjadi fokus program.  Intinya, program Citarum ini harus berdasarkan kerja bakti agar tidak ada lagi kenakalan-kenakalan atau kerancuan dalam menegakkan turan,” jelas Kolonel Inf. Yusep Sudrajat.

Dari pihak pemerintah yaitu  Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi yang diwakili oleh Ronny selaku Kepala Dinas LH Kota Cimahi mengakui bahwa hingga saat ini masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan kerja terkait lingkungan hidup di Kota Cimahi. “Kami baru bisa mengangkat 5 ton sampah perhari dari jumlah 350 ton sampah yang dihasilkan oleh masyarakat untuk dibuang ke TPA,” kata Ronny. “Dalam hal pembiayaan pun kita harus mengeluarkan dana hingga mencapai angka 45 milyar perbulan. Sangat berat jika dilihat dari APBD yang ada saat ini,” jelasnya lagi.

Namun, Ronny mengungkapkan bahwa kondisi seperti itu tidak akan membuat surut pemerintah untuk terus meningkatkan kinerjanya. “Saya bersedia untuk dipecat selaku kepala dinas jika tidak ada kemajuan dalam kinerja saya,” kata Ronny.

Dalam wawancara terpisah, Rektor IKIP Siliwangi mengungkapkan bahwa dari komunikasi  yang dilakukan hari ini oleh berbagai pihak, sudah ada komitmen untuk melakukan pekerjaan secara bersama dalam konteks pentahelix. “Kita akan hilangkan egosentris yang sementara ini lebih muncul diantara semua pihak dan saya berharap kondisi tersebut bisa melebur dan kita bisa bersinergi  demi tercapainya target kerja yang maksimal,” pungkas Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares