hari ini :

Home » Lingkungan » Satgas Citarum Sektor 21, Usai Pemilu 2019 Kembali Sidak Pabrik Lakukan Perbaikan IPAL

Satgas Citarum Sektor 21, Usai Pemilu 2019 Kembali Sidak Pabrik Lakukan Perbaikan IPAL

EDUPUBLIK, Kab Bandung – Usai pesta demokrasi pemilu raya 2019, Satgas Citarum Sektor 21 dibawah komando Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat menggalakan kembali sidak pengecekan terhadap industri penghasil limbah cair di wilayah Sektor 21.

Hal itu ditegaskan Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat seusai melakukan sidak industri di tiga pabrik tekstil di wilayah Subsektor 21-01 Rancaekek, Senin (29/4/19). Tiga pabrik diantaranya PT Beronica, PT Moatex, dan PT Vonex Indonesia yang berada di Jalan Garut-Bandung, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

“Kemarin sebelum pilpres, satu dua bulan yang lalu saya agak landai. Kita hanya mengawasi dengan patroli dan jarang masuk ke perusahaan, setelah pilpres ini kita (satgas-red) akan galakan lagi, kita kejar lagi mana yang kurang beres, kurang baik kita dorong untuk melakukan perbaikan (IPAL) secepatnya,” tegas Dansektor 21.

erta Danramil Rancaekek Kapten Inf M. Raidin laksanakan giat sidak ke perusahaan produk tekstil PT Beronica, Jl. Raya Rancaekek KM 24, Kabupaten Bandung, Senin (29/4/2019).

Dari hasil sidak pengecekan yang dilakukan di PT Beronica, Dansektor 21 masih mendapati hasil olahan limbah pabrik produksi pencelupan tekstil tersebut berwarna keruh, dan belum ada ikan yang hidup disaluran buang meski sudah ada bak ikan.

Untuk itu, “Saya kasih waktu satu minggu agar perusahaan ini segera membenahi IPAL-nya. Kita bertugas sesuai dengan Perpres No.15 tahun 2018, yakni untuk mengembalikan ekosistem di DAS Citarum,” ucapnya.

“Perpres ini sudah berusia lebih dari satu tahun, tapi perusahaan ini belum juga optimal dalam hal pengolahan limbahnya. Jika kurun satu minggu hasil olahan limbahnya belum maksimal, dengan berat hati dan terpaksa kita akan lokalisir (sementara) lubang pembuangan limbahnya,” ungkap Yusep Sudrajat.

Menanggapi apa yang disampaikan Dansektor 21, perwakilan PT Beronica, Chandra selaku GM perusahaan mengungkapkan dihadapan awak media bahwa pihaknya masih berusaha menstabilkan kondisi pengolahan limbah.

“Kita baru menambah fasilitas untuk sistem biologi pada bulan Februari lalu. Hasilnya memang belum stabil, karena bakteri masih banyak yang mati,” kilah Chandra .

“Sebelumnya kita menggunakan metode fisika dan kimia, namun kita juga menginginkan hasil olahan yang lebih baik untuk mendapatkan baku mutu yang optimal, makanya kini kita tambah dengan sistem biologi,” terang Chandra.

Terkait dengan waktu yang diberikan oleh Dansektor 21 Satgas Citarum untuk pembenahan selama satu minggu, dijawab oleh Chandra, “Kita akan berusaha optimalkan mulai hari ini,” janjinya seusai menandatangani surat komitmen bersama.

Di pabrik selanjutnya di PT Moatex, Kolonel Yusep ditemani manajer produksi Iyas langsung melakukan pengecekan IPAL perusahaan tekstil yang produksi Grey ini. Iyas mengaku jika limbah yang dihasilkan sepenuhnya diolah hingga recycle, jadi tak ada limbah yang dikeluarkan. Dansektor 21 mengecek secara seksama, tampak IPAL yang dimiliki oleh PT Moatex tertata dengan sistematis dan tidak menemukan adanya saluran yang dipakai untuk membuang limbah.

Selanjutnya Dansektor 21 beserta jajaran bergeser untuk melaksanakan sidak lagi ke PT Vonex Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Garut-Bandung KM 23,7 Rancaekek.

Seusai mengecek IPAL, Dansektor 21 cukup puas dengan hasil olahan limbah yang dikeluarkan, “ini yang kita harapkan dari industri yang menghasilkan limbah cair. Selain memenuhi standar baku mutu, juga kondisinya saat dibuang warnanya bening serta ada ikan hidup didalamnya, sehingga tidak membahayakan ekosistem sungai,” ujar Kolonel Yusep.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT Vonex Indonesia yang sudah bersedia bekerjasama dengan Satgas Citarum untuk mengelola limbahnya dengan baik,” ucap Dansektor 21 ini.

Agung Hariman selaku Manajer Pabrik mengungkapkan bahwa pihaknya juga berterima kasih kepada jajaran Satgas Citarum yang telah mendorong dan memotivasi hingga pihaknya bisa menyesuaikan dengan parameter yang ditetapkan oleh satgas.

“Ini kesempatan kami berbuat untuk turut dalam pelestarian lingkungan, mudah-mudahan konsisten. Untuk limbah, kami sudah lakukan recycle sekitar 30 persen,” ungkap Agung. [red/cy]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares