hari ini :

Home » Lingkungan » Berbaur Warga Cimahi Selatan dengan Satgas 21 Citarum Harum – Satukan Tekad, Sejahterakan Hidup

Berbaur Warga Cimahi Selatan dengan Satgas 21 Citarum Harum – Satukan Tekad, Sejahterakan Hidup

EDUPUBLIK, Cimahi – Mari kita tengok sebuah keramaian di Cimahi Selatan, yang termasuk DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum . Kejadiannya pada pada Selasa, 18 Juni 2019 di Kelurahan Melong Kecamatan  Cimahi Selatan. Menurut pantaun redaksi, hadir lebih dari seratus orang . Semua tertuju pada – bagaimana meningkatkan kesejahteraan melalui perbaikan eko sistem yang muaranya mendukung revitalisasi Sungai Citarum sesuai Perpres No 15 Tahun 2018 –  Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum !

Nah, dalam dalam kesempatan ini Deden Hidayat MH, Lurah Melong Kec. Cimahi Selatan, menyatakan kepada redaksi: “Kami dari Kelurahan Melong, mendukung penuh dan mengapresiasi keberadaan Satgas Citarum Harum. Selama ini kita telah bersama-sama, mengatasi banjir , meski saat ini masih kita upayakan.”

Melanjut seperti  kata Deden yang menyatu dengan warga dan ‘tamunya’ satuan TNI, ujung-ujungnya merasa tercerahkan. Pasalnya, sungai dan kali di daerah Melong khususnya, sebelum Satgas Citarum Harum hadir setahun lebih yang lalu, masih sangat kotor – “Sekarang sudah mulai agak bersih. Yakin, seiring meningkatnya kesadaran pasti bisa bersih,” paparnya yang diamini puluhan warga lainnya.

Progres nyata lainnya, kata Deden dengan ajah sumringah:” Program normalisasi sungai Cikendal dan Cibaligo. Insya Alloh  dalam waktu dekat, eksekutornya Satgas Citarum Harum akan mengeruk sedimentasi di sungai ini. Setidaknya, saat hujan datang, airnya mengalir dan langsung ke lepas ke wilayah Kab. Bandung sesuai sifat alamiahnya, dari dahulu juga ke sana.”

Atasi Banjir, Bagaimana?

Harapan lain, di antaranya semoga untuk warga Melong itu, pemerintah melakukan pembebasan lahan. Tujuannya, setidaknya bisa mengurangi debit air ketika hujan turun di RW 02. “Semoga saja, harapan kami ini terkabul,” kata Deden penuh harap sambil memohon – “Kalau bisa mah ada pembuatan kolam retensi. Ini untuk lahan parkir sementara air saat hujan. Minimal mengurangi dampak banjir di R 02.”

Sekedar info, Kelurahan Melong ini terdapat 36 RW, dan 191 RT. Disadari permasalahan sampah belum sepenuhnya dapat ditangani. Penyebabnya karena tempat sampah yang representatif belum ada. Yang baru dilakukan saat ini, terutama dari pemerintah daerah, hanya memberi tong sampah. “Khususnya diberikan ke 36 RW, dan 191 RT. Alhamdulilah sudah ada upaya perbaikan,” jelas Deden yang  sekarang sedang intensif mengupayakan pemisahan dan pengo;lahan sampah organik dan non organik.

Asa dari Saniyo

Pada kesempatan terpisah, Letnan dua Infanteri Saniyo dari Subsektor 21.Menurutnya, ia dan tim stiap saat kerap melakukan sosialisasi perbaikan kondisi lingkungan di pemukimanpadat wilayah Melong ini. “Tujuannya Cuma satu, agar masyarakat menjadi sadar dan bergerak mengatasi program krusial, yaitu sampah dan banjir. Buktinya, warga antusias mendatangi sosialisai ini,” ujar Saniyo dengan wajah penuh percaya diri asanya bisa tercapai dalam waktu dekat.

Rupanya, harapan warga Melong ini ditangkap Saniyo dengan rencana lanjutan berupa memperluas tingkat partisipasi untuk perbaikan banyak hal – kualitas lingkungan hidup.

“Saya optimis, apa yang dicita-citakan warga di Melong dan Cimahi Selatan umumnya yang bertahun-tahun terpapar polusi air, tanah, dan udara karena tidak teraturnya infrastruktur di sini, bisa teratasi, “pungkas Saniyo yang bertekad membantu meningkatkan taraf hidup warga. [HS/SA]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*