hari ini :

Home » Lingkungan » Pengerukan Dengan Dua Alat Berat di Sektor 21- 06 Sungai Citepus

Pengerukan Dengan Dua Alat Berat di Sektor 21- 06 Sungai Citepus

EDUPUBLIK, Kab Bandung – Giat Kolonel Inf. Yusep Sudrajat selaku Dansektor 21 meninjau proses pengerukan dengan menggunakan dua buah alat berat di sungai Citepus perbatasan kelurahan Cangkuang dan Pasawahan kecamatan Dayeuhkolot kabupaten Bandung telah dilaksanakan pada hari Senin (01/07/2019) yang dihadiri juga oleh Ketua RW 11 desa Pasawahan Uman Rusmana dan beberapa awak media.

“Sungai Citepus di wilayah subsektor 06 kelurahan Pasawahan dan Cangkuang ini sudah mengalami sedimentasi yang parah dan mengakibatkan banjir. Sudah 30 tahun proses sedimentasinya dan harus dikeruk sedalam 3 sampai 4 meter,” kata Kolonel Inf. Yusep Sudrajat selaku Dansektor 21 saat memberikan keterangan ketika meninjau pengerukan sungai Citepus di subsektor 06, Sektor 21.

Pengerukan sungai sepanjang 2 kilometer ini akan dilakukan hingga selesai dan sungai kembali memiliki dalam sekitar 4 meter.

Dansektor juga mengungkapkan bahwa dahulu sungai ini kedalamannya mencapai 4 hingga 5 meter. “Dan sekarang kedalam sungai menjadi hanya 1 meter saja hingga jika hujan akan mengakibatkan banjir hingga setinggi satu setengah meter khususnya di 3 Rw yaitu Rw.7 dan Rw.8 Cangkuang Wetan serta Rw.11 Pasawahan.dan merugikan warga yang ada di sekitar sungai ini,” papar Dansektor.

Terkait dua alat berat yang digunakan dalam proses pengerukan ini, Dansektor mengatakan bahwa dua alat berat ini merupakan sarana yang diberikan oleh Kodam, “Setiap sektor akan disewakan sebanyak 2 buah alat berat dan semua ditanggung biayanya oleh Kodam. Saya hanya tinggal menggunakan saja,” kata Dansektor.

Dari 18 Subsektor yang ada di wilayah Sektor 21 Citarum Harum, Subsektor 06 Citepus dipilih menjadi wilayah pertama karena inisiatif dan permintaan subsektor.

Sementara itu ketua Rw 11 desa Pasawahan Uman Rusmana menerangkan bahwa dengan adanya pengerukan ini harapan warga sangat besar tidak terjadi lagi banjir. “Bulan November nanti sudah musim hujan, dan kami berharap pengerukan ini sudah bisa diselesaikan hingga wilayah kami bisa terbebas dari banjir,”kata Uman.

Pihak lain yang membantu proses pengerukan ini adalah PT. Panasia Indosintex yang telah memberikan akses jalan dengan membuka salahsatu pagar beton agar truk yang akan mengangkat sedimentasi yang sudah dikeruk bisa berjalan dengan baik.

“Tanah sedimentasi yang telah diangkat ini nantinya akan diberikan kepada pihak-pihak yang memang membutuhkan seperti untuk pengurugan tanah agar masih bisa bermanfaat” pungkas Uman. [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*