hari ini :

Home » Politics » Obrolan Politik Senja Hari Bersama Rocky Gerung

Obrolan Politik Senja Hari Bersama Rocky Gerung

EDUPUBLIK, Bandung – Forum Tegak Lurus dan Jaringan Progresif 98 hadirkan Pengamat politik Rocky Gerung dan Dindin S Maolani pendiri LBH dalam Obrolan Senja Hari di Kafe Dacosta Bandung, Jumat (5/7/19). Dengan tema Mengembalikan Demokrasi Substantif Menuntaskan Agenda Reformasi.

Diskusi yang dipandu oleh Budiana Irmawan menyebut bahwa mengembalikan demokrasi substantif sangat krusial, mengingat sekarang demokrasi lebih dimaknai prosedural.  Padahal gerakan reformasi 1998 memiliki tujuan fundamental mengubah rezim totaliter kepada tatanan yang berkeadilan.

Dalam kesempatan itu, Rocky Gerung mengatakan bahwa substansi demokrasi adalah pemerintahan akal  “democracy is government of reason, through by the people “.

Dirinya menggarisbawahi, ” kedunguan yang dimaksud bukan ledekan personal, kedunguan artinya tidak ada koherensi logika dan ketajaman paradigmatik dalam melihat problem ketidakadilan,” ucapnya menjawab pertanyaan peserta.

Karena itu, tema Obrolan Senja Hari yang digagas Forum Tegak Lurus dan Jaringan Progresif 98 Bandung relevan di tengah “kedunguan”. Rocky Gerung juga menganggap Kota Bandung sejak dahulu memiliki kenangan indah, iklim kota yang sejuk bukan saja tempatnya berpacaran juga ajang berdiskusi bersama aktivis pergerakan Bandung periode tahun 80-an.

Beberapa catatan agenda reformasi misalnya, kata Budiana, menjamin kebebasan warga negara, mencabut dwifungsi ABRI, reformasi kepolisian, dan mengukuhkan sistem pemerintahan presidensial. Budiana menegaskan, itulah alasan penting kita merefleksikan ulang esensi demokrasi agar perjalanan reformasi selama 20 tahun tidak setback atau kembai seperti orde baru.

Menanggapi hal itu, Dindin S Maolani menerangkan demokrasi sekarang sudah dibajak oligarki. Pelaksanaan Pemilu menurutnya sekadar prosedur lima tahunan, jangan harap aktivis idealis bisa bersaing dengan pemilik modal yang menguasai partai politik. Dindin menyampaikan, “revolusi mental yang diusung Jokowi sebetulnya bagus, tetapi tampak hanya jargon dan tidak berdampak kepada perubahan perilaku politisi,” ungkapnya.

“Acara ini sedianya terbatas mengingat bagian dari rangkaian kegiatan Rocky Gerung yang kebetulan ada di Bandung untuk nyekar ke makam Rahman Tolleng seorang mentor para aktivis. Ternyata antusiasme peserta membludak mencapai 150 orang,” tandas Budiana.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares