hari ini :

Home » Lingkungan » Kembali, Satgas Citarum Sektor 21-13 Cor Saluran Drainase PT. San San

Kembali, Satgas Citarum Sektor 21-13 Cor Saluran Drainase PT. San San

EDUPUBLIK, Cimahi – Satgas Citarum Harum Sektor 21-13 yang berada di bawah Komando Kolonel Inf Yusep Sudrajat, kembali menutup saluran drainase salah satu perusahaan yang berada di Kota Cimahi, Kamis (11/07/2019).

Perusahaan tersebut yaitu PT. San San 33, yang pagi tadi kedapatan membuang limbah kesungai Cibaligo, anak sungai Citarum yang masih dalam keadaan kotor. Kejadian tersebut diketahui oleh Satgas Citarum harum pada pukul 09. 50 Wib dengan kondisi limbah masih dalam keadaan panas dan berwarna merah keruh.

Penutupan saluran pembuangan limbah ini, berdasarkan atas perintah Dansektor 21 kolonel Yusep Sudrajat, setelah menerima laporan dari anggotanya yang tengah mengadakan patroli dan penelusuran sungai mulai dari pagi hari tadi.

Andri salah satu Satgas Citarum harum yang ikut dalam patroli tersebut saat di tanya awak media menjelaskan, ” Air limbah yang di temukan masih dalam keadaan berbusa dan panas serta berwarna merah keruh. Setelah mendapat perintah dari Dansektor untuk menutup saluran, kami langsung melaksanakan perintah tersebut. Hal ini untuk menjaga agar perusahaan lain yang berada di wilayah Sektor 21 khususnya Cimahi, untuk dapat mentaati komitmen yang sudah pernah dibuat dan di sepakati, yaitu untuk tidak membuang limbah dalam keadaan kotor”, kata Andri

Sementara itu Avelia selaku Staf Manager yang mewakili Pimpinan perusahaan saat dimintai penjelasan terkait kejadian tersebut mengatakan,” Pertama tama kami mohon maaf atas kejadian yang dilaporkan team satgas Citarum harum. Dimana dari gorong gorong keluaran Drainase kami ke badan sungai, di temukan cairan berwarna dengan PH tinggi hingga mencapai 12″, ucap Avelia

Lanjut Avelia, tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut, dan murni dari unsur kelalaian kerja dari SDM kami. Dimana dikarenakan adanya kerusakan disalah satu pompa, sehingga air buangan dari boiler tidak tertampung dalam bak penampungan yang dari boiler, hingga meluber ke jalan dan masuk ke gorong gorong drainase kami.

“Sebenarnya, kesalahan kami adalah tidak adanya pelaporan/berita acara atas permasalahan diatas tersebut kepada team satgas pada saat permasalahan terjadi. Maka dari itu, kami perlu terus meningkatkan kesigapan, untuk setiap permasalahan yang terjadi di perusahaan kami, sehingga tidak akan ada kasus seperti ini lagi di masa yang akan datang”, harap Avelia

Pada kesempatan tersebut Avelia juga menjelaskan kalau pihak perusahaan selalu berkomitment untuk terus mendukung program Citarum Harum.

“Perusahaan kami, Sansan Saudaratex Jaya menanamkan Investasi besar untuk IPAL kami untuk dapat mencapai baku mutu yang telah di tetapkan termasuk warna hasil olahan. Bagaimana mungkin kita menghianati komitment kami sendiri”, ujarnya

Kemudian Avelia menambahkan, ” Kami selalu terbuka, baik kepada seluruh team Satgas Citarum harum, Dinas Lingkungan Hidup bahkan dengan Lembaga Masyarakat lainnya termasuk para peliput media, atas apa yang kami sedang kerjakan saat ini demi terus menjaga komitment kami terhadap Citarum harum dan lingkungan. Terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya dari team Satgas kepada perusahaan kami selama ini, semoga penjelasan ini bisa memberikan gambaran mengenai duduk persoalan yang sebenarnya”, pungkas Adelia menutup penjelasannya.[red/tgh]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*