hari ini :

Home » Lingkungan » Duo DanSektor Citarum Harum Yusep Sudrajat & Imam Firdaus Sidak IPAL PT. Dam Sinar Button Factory – Bagus, Ikan Koi Hidup

Duo DanSektor Citarum Harum Yusep Sudrajat & Imam Firdaus Sidak IPAL PT. Dam Sinar Button Factory – Bagus, Ikan Koi Hidup

EDUPUBLIK, Cimahi – Kejadian cukup langka terjadi pada Rabu, 31 Juli 2019, katakanlah ‘duo DanSektor Satgas Citarum Harum masing-masing Sektor 21 dan 16 yakni Kol. Inf. Yusep Sudrajat, dan Kol. Inf. Imam Firdaus Budhiarto melakukan sidak (inspeksi mendadak) IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) di salah satu pabrik di Cibaligo Cimahi, Jabar. Tepatnya, pabrik yang disidak  PT. Dam Sinar Button Factory  yang biasa memproduksi kancing logam sejak era 1980-an.

Pagi hari itu, pemilik perusahaan yang diwakili William, dan Isomba Tota selaku Manager Operasional PT. Dam Sinar Button Factory, ternyata belum bisa membuktikan air buangan sebelum dialirkan ke out let menuju kali Cibaligo, yang nantinya bermuara ke sungai Citarum – tidak ada bak indikator berisi ikan koi atau ikan mas hidup secara normal.

“Mana ikannya, katanya sehari kalau ada order rata-rata 1 hingga 2 meter kubik yang harus diolah limbahnya. Mana, mana ikannya? Tak usah banyak berkelit, bagi kami mudah saja. Tunjukkan, air buangan itu, layak untuk mahluk hidup. Ini indikator sederhana, sementara ini cukup ikan koi tak mati dalam beberapa menit dan selamanya …,” kata Yusef Sudrajat sambil terus bertanya kepada kedua ‘tuan rumah’ William dan Isomba Tota.

Tak pelak, namanya sidak. William dan Isomba Tota hanya bisa gelagapan, tak bisa menunjukkan ikan di salah satu bak penampungan sebelum dibuang ke kali Cimahi.

“Ya, tunggu Pak sebentar kami mau ambil ikan koi. Biasanya sih ada, tapi koq kali ini taka da ya?” jawabnya sambil memerintahkan seorang staf-nya buru-buru membeli ikan ke pasar ikan koi.

Ikan Beranak Pinak   …

Akhirnya, sekantung ikan itu datang juga setelah sekitar hamper satu jam Yusep Sudrajat dan rekannya dari Karawang Imam Firdaus B, yang hadir khusus untuk study banding di Sektor 21 Citarum Harum dalam hal penanganan ‘pabrik-pabrik bandel pembuang limbah:

“Ternyata, seteah lebih dari 5 menit ikan-ikan ini hidup sehat. Saya apresiasi IPAL pabrik ini. Awas ya, pertahankan kalau bisa ya tingkatkan, agar bisa dijadikan contoh bagi siapa pun,” papar Yusep Sudrajat yang seketika gesturnya tidak menunjukkan rasa tegang lagi seperti saat mencari-cari ikan hidup tadi – “Kalau bisa ikan koi-nya bisa beranak pinak ya?”

Menurut William perihal IPAL pabriknya yang tidak terindikasi membuang limbah secara sembarangan atau tidak sesuai ketentuan:

“Pabrik kami sejak tahun 2004 telah menjadi contoh yang IPAL-nya di kelola secara digital. Dan ini terjadi pada jaman Pak Dannny Setiawan, Gubernur Jabar (2003 – 2008). Kami ucapkan ke Pak Yusep dan perangkatnya yang siang malam mengawasi IPAL kami. Ini memacu kami untuk selalu tak mencemari lingkungan.”

Sementara itu menurut DanSektor 16 dari Karawang yang katanya baru sekitar 2 bulan menduduki jabatannya, kehadirannya pada Rabu pagi itu bersama Yusep Sudrajat:

”Sangat berguna, tindakan tegas seperti mengisolir (dicor) out let limbah pabrik setelah tak menghiraukan peringatan dari kami sangat perlu. Sebaliknya mengapresiasi sambil terus mengawasi bila menemukan IPAL yang sudah memenuhu syarat di pabrik manapun. ” [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares