hari ini :

Home » Lingkungan » Imam Firdaus Budhiarto Follow Yusep Sudrajat: Tertibkan IPAl seperti di Sektor 21

Imam Firdaus Budhiarto Follow Yusep Sudrajat: Tertibkan IPAl seperti di Sektor 21

EDUPUBLIK – Untuk sesuatu yang po sitif, DanSektor 16 Satgas Citarum Harum Kol. Inf. Imam Firdaus Budhiarto, berani mem-follow langkah DanSektor 21 Yusep Sudrajat. Yang difollow itu, tak lain tindakan ‘penjera’ – mengisolasi IPAL pabrik pencemar lingkungan.

Basis tindakan Imam Firdaus di antaranya revitalisasi Perpres No. 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Faktanya pada 31 Juli 2019 ia berguru ke rekan sejawatnya Yusep Sudrajat selama melakukan sidak di tiga pabrik di belahan Cibaligo, Kota Cimahi:

Hari itu Imam Firdaus ‘menempel’ ikut terjun langsung kepada rekan sejawatnya Kol. Inf. Yusep Sudrajat. Masing-masing 3 pabrik itu,  PT. Dam Sinar Button Factory, PT. Mulia Lestari, dan PT. Dewa Suratex.

“Mari kita lihat apa yang terjadi di lapangan nanti. Rata-rata, pabrik ini pernah bermasalah dengan IPAL-nya setahun lalu. Hari ini kita cek lagi, kalau menyalahi komitmennya? Kita isolasi saja out let-nya sesuai kewenangan. Sebaliknya, bila mereka memenuhi komitmen, kita beri apresiasi tanpa mengurangi pengawasan,” kata Yusep Sudrajat sebelum melakukan sidak di tiga IPAL pabrik di kawasan Cibaligo, Kota Cimahi.

Singkatnya, setelah ketiga IPAL pabrik ini dikunjungi, Yusep Sudrajat memberi kesempatan kepada awak media mengelaborasi opini dan sikap rekannya DanSektor 16 sebagai bekal penindakan 34 pabrik di wilayahnya.

Sekilas profil wilayah Anda di Kabupaten Karawang?

Luas Sektor 16, tidak sampai 10 kilometer persegi. Permasalahan yang dialami paling utama, masalah sampah. Terasa, bak sampah domestik, terutama untuk sampah rumah tangga, masih dianggap kurang. Tidak kalah pentingnya,  keberadaan masalah limbah. Sedikitnya ada 34 industri (besar) di sana. Ini baru terdata dalam dua bulan ini. “Sesungguhnya, persoalan ekosistem yang tidak seimbang karena persoalan limbah, ini yang akan kami perangi…” (Dengan nada mulai bergetar)

Esensi 34 persusahaan ‘penghasil limbah’ itu apa bagi Anda?

Menurutnya, limbah itu (kecil atau besar) akan membunuh secara pelan tapi pasti !Dia itu (limbah) akan membunuh keluarga ataupun masyarakat yang berada di sekelilingnya. “Ke-34 industri yang sudah kami data itu, yang kecil, menengah maupun besar, harus ditertibkan seperti yang dilakukan di Sektor 21 ini tanpa pandang bulu”

Seberapa besar kekuatan untuk mengimplementasikan Perpres No. 15 Tahun 2018 di wilayah Anda ?

Pengakuannya, di Sektor 16 ada 100 orang. Komposisinya, mereka berasal dari TNI maupun dari masyarakat, semuanya dibagi 6 SubSektor. ”Terus terang saya sedih sekali memikirkan, penanganan limbah industri ini. Mereka ini (pemilik pabrik) tidak ubahnya seperti mengajak bermain kucing-kucingan. Saat kita patroli mereka tidak membuang limbah. Sebaliknya, saat kita tidak di lokasi atau melakukan patroli, seenaknya mereka membuang limbah,” ujarnya dengan nada semakin meninggi sambil berucap – “Mohon bantuan morilnya, agar bisa merapihkan pabrik-pabrik disana.”

Manfaat praktis apa, yang bisa diterapkan di daerah Anda dari keterlibatan hari ini dengan DanSektor 21 melakukan sidak secara bersama-sama?

Menurutnya, ada satu hal yang significant dilihatnya saat pelaksanaan sidak di sektor 21 ini. “Di sini punya tolak ukur atau indikator yang lebih pasti. Itu ada ikan koi yang hidup di out let atau bak pembuangan terakhirnya. Kita bisa lihat langsung, tidak perlu alat ataupun yang lainnya. Syaratnya bak itu diisi ikan koi. Kita tahu ikan koi ini, kalau bisa hidup, maka amanlah untuk lingkungan. Kita tahu pula, ikan koi ini sangat rentan. Ia takkan bisa hidup normal, di air limbah yang tidak diolah secara benar. lima menit saja, dia akan mati !”

Kalau boleh tahu, apa yang telah Anda lakukan di sana?

Menurutnya, selaku DanSektor 16, sudah sampai berbusa-busa menyampaikan penjelasan seputar dampak membuang limbah pabrik secara sembarangan (tanpa diolah IPAL). “Ibaratnya, saya sudah berbusa-busa menyampaikan pesan ini, namun mereka masih menganggap sepele. Ke depan, akan saya wujudkan aksinya. Harus ada dampak psikologis bagi pabrik-pabrik itu. Saya akan isolir (cor, out let-nya), kalau tidak begitu, kita  dianggap sepele oleh mereka  – tidak ada apa-apanya?!”

Rencana aksi terdekat di Sektor 16 ?

Kembali menurutnya, pegangannya adalah amanah Perpres No. 15 Tahun 2018. “Ini tantangan bagi saya. Saya pertaruhkan semuanya, termasuk jabatan kolonel saya. Saya ber-komitmen dengan semua sektor. Khusus di Sektor 16, dalam waktu kurang dari satu minggu, sudah harus ada yang dicor dan itu tanggung jawab saya! Karenanya, sudah tidak bisa lagi untuk diberikan toleransi”, tutupnya dengan rona wajah geram, bak memendam sesuatu yang selama ini kerap tertahan. [red/hs]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares