hari ini :

Home » Lingkungan » Dansektor 21 Satgas Citarum: Pembagian Skala Prioritas Agar Pekerjaan Mencapai Sasaran

Dansektor 21 Satgas Citarum: Pembagian Skala Prioritas Agar Pekerjaan Mencapai Sasaran

EDUPUBLIK, Bandung – Masing masing sektor Satgas melaksanakan tugasnya pada Program Citarum Harum dalam usaha percepatan revitalisasi DAS Citarum sesuai yang diamanatkan oleh Perpres nomor 15 tahun 2018, termasuk didalamnya sektor 21 yang mempunyai daerah tugas Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kota Cimahi, Sabtu (03/08/2019).

Pada pelaksanaannya sektor 21 terbagi atas 18 Subsektor , dimana dalam menjalankan tugasnya berdasarkan sekala prioritas meliputi Penghijauan, Limbah Domestik, Sedimentasi dan penanggulangan Banjir.

Dalam penjelasannya (prores sampai 3 Agustus 2019), Dansektor 21 Satgas Citarum harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menjelaskan, “pembagian skala prioritas dengan maksud agar pekerjaan yang akan dilaksankan cepat tercapai sehingga mencapai sasaran yang diharapkan terukur dan terarah, dan yang belum selesai dapat segera akan kami diselesaikan,” jelas Kolonel Yusep.

“Seperti hal nya penghijauan telah ditanam sekitar 2640 buah pohon yang tersebar di 18 Subsektor dengan jumlah luas areal yang ditanam 22.000 meter, dalam penanganan limbah domestik kami telah membangun 63 unit MCK dan pembuatan TPS sebanyak 150 unit serta 29 bak sampah per subsektor telah selesai 100 persen ,untuk penanganan limbah kohe (kotoran hewan) sapi di Subsektor 18 Pangalengan pembuatan IPAL-nya.

Sedang dalam proses pengerjaan ” tambah Dan sektor 21. Dibidang sedimentasi, lanjut Dansektor 21, “pengerukan sedimentasi sedang dilaksankan sub sektor citepus sepanjang 1000 m2 yang saat ini telah mencapai 75 m2 dengan mengunakan belko dua alat berat, Selanjutnya pengangkatan sampah telah mencapai 2,3 ton di sub Cimahi selatan , serta kegiatan yang sama disub sektor lainnya, yang dikerjakan secara manual terus di laksanakan berupa pembersihan tanaman liar terus kami laksanakan dalam mengantisipasi bila terjadi air meluap di bantaran sungai”.

Dalam hal komsos terus kami laksanakan dengan melibatkan peran serta masyarakat dan mahasiswa peserta KKN dalam merubah mainset masyarakat tentang pemahaman kebersihan lingkungan,hal tersebut tampak adanya pembangunan taman bermain dan sarana olah raga sebagai bentuk sinergitas kami dan masyarakat (pentahelix) untuk menjaga lingkungan nya,” imbuhnya.

Dalam penanganan limbah industri dari 293 industri yang ada, sudah kami ambil tindakan tegas berupa upaya penertiban (cor saluran limbah) terhadap 18 industri yang kedapatan membuang limbahnya tanpa diolah terlebih dahulu,dan 40 industri yang sudah berbuat perubahan (komitmen) perbaiki limbah nya serta 68 perusahaan sudah kami diberikan sangsi sosial,” terang Yusep.

Namun selain adanya progres kemajuan adapula kendala yang kami hadapi,sambung Dansektor 21, “seperti kurangnya sarana peralatan alat berat untuk pengerukan agar lebih maksimal serta masih kurang nya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan nya untuk itu perlu adanya sinergitas dengan dinas terkait dalam mewujudkan citarum harum,” pungkasnya. [red/tj-022]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares