hari ini :

Home » Lingkungan » Rakor Bersama BNPB Dalam Penanggulangan Bencana lingkungan & Fungsi Konservasi

Rakor Bersama BNPB Dalam Penanggulangan Bencana lingkungan & Fungsi Konservasi

EDUPUBLIK – Agenda kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama BNPB Indonesia terkait penanggulangan bencana, lingkungan, dan pengembalian fungsi konservasi, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan telah dilaksanakan pada hari Kamis (8/8/2019) yang dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Kolonel Infantri Yudi Zanibar, Kolonel Infantri Yusef Sudrajat, Yuhan, dan Dr Aqua Dwipayana, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Forkopimda, para Bupati/Walikota se-Sumut, OPD dan ASN Pemprov Sumut, dan rombongan BNPB.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengajak Bapak Bupati dan Walikota, serta seluruh pihak yang hadir di sini untuk bertekad membantu Pemerintah Provinsi Sumut mengembalikan fungsi ekosistem. Saya melihat Gubernurnya berkeinginan kuat dan memiliki komitmen. Jadi mari kita dorong,” kata  Doni Monardo selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat menjadi pembicara utama pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama BNPB Indonesia terkait penanggulangan bencana, lingkungan, dan pengembalian fungsi konservasi.

Dalam Rakor tersebut, para hadirin terlebih dahulu  mendengarkan pemaparan dari Tim Satgas Sungai Citarum yakni oleh Kolonel Infantri Yudi Zanibar, Kolonel Infantri Yusef Sudrajat, Yuhan, dan Dr Aqua Dwipayana.

Sementara itu, Kepala BNPB berbagi pengalaman tentang usaha penyelamatan Sungai Citarum di Jawa Barat, yakni sungai yang pernah dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia. Sungai sepanjang 269 kilometer tersebut dibagi menjadi 23 sektor dan dipimpin masing-masing kolonel yang membawahi 200 prajurit. “Para prajurit ini menetap dan bergaul dengan masyarakat setempat serta melakukan pendekatan secara emosional kepada warga disekitar bantaran sungai,” kata Doni.

Dalam kesempatan tersebut, Doni mengatakan bahwa  solusi permasalahan lingkungan terkait normalisasi sungai hanya bisa diselesaikan dengan sinergitas dan konsep kesatuan komando. ” Berdasarkan pengalaman saya selama ini, apabila masing-masing dinas atau pihak terkait masih bekerja sendiri-sendiri  upaya-upaya pengembalian fungsi ekosistem dan konservasi akan menjadi sulit,” ujar Doni.

Edy Rahmayadi  selaku Gubernur memaparkan pencanangan pembangunan tol sungai yang akan dilaksanakan pada 15 Agustus mendatang. Tol sungai ini akan dibangun dengan mengikuti aliran sungai Deli tang diharapkan selesai pada tahun 2020. “Tol sungai ini akan memakan biaya kurang lebih Rp 7 triliun,” kata Edy.  “Pembangunan tol sungai juga akan memperlancar lalu lintas jalanan Medan dan semua ini kita lakukan atas dasar kajian,” jelas Edy.

Edy Rahmayadi menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Kepala BNPB Doni Monardo dan Tim Satgas Penyelamatan Sungai Citarum serta memuji Doni dan BNPB, karena tugas mereka lebih berat dari Kopassus atau Satuan Kostrad, sebab bencana datangnya tidak mengenal waktu. “Untuk itu, harus selalu siap siaga,” pungkasnya.[bn/red]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares