hari ini :

Home » Lingkungan » Satgas Citarum Sektor 21 Lakukan Pengangkatan Sedimentasi di Sungai Citepus

Satgas Citarum Sektor 21 Lakukan Pengangkatan Sedimentasi di Sungai Citepus

EDUPUBLIK, Kab Bandung – kegiatan sektor 21 subsektor 6 Satgas Citarum Harum lakukan pengerukan sedimentasi sungai di sungai Citepus desa Cangkuang Wetan, kecamatan Dayeuhkolot masih terus berjalan sejak tanggal 28 Juni 2019 hingga saat ini dengan menggunakan
Excavator PC 200 (Kobelco) dan  Excavator PC 200 (Hitachi). Sementara jumlah dumptruck yang digunakan dalam pengerukan ini berjumlah  3 unit yang mulai digunakan sejak hari Kamis (4/07/2019).

“Alat berat telah berada di sungai Citepus tepatnya di desa Cangkuang Wetan, kecamatan Dayeuhkolot sejak tanggal 28 Juni 2019, namun kami masih memerlukan tambahan dumptruck untuk mempercepat pengangkatan sedimentasi dari sungai,” kata Peltu Eddy Purwanto selaku prajurit satgas Citarum Harum  sekaligus Dansubsektor 6 Dayeuhkolot saat memberikan keterangan kepada awak media.

Dalam keterangannya Dansubsektor mengungkapkan bahwa penggunaan alat berat dumulai sejak pagi hingga sore. “Kedua alat berat yang berfungsi megeruk sedimentasi tersebut mulai digunakan sejak pukul 08.00 hingga 11.00 wib.  dan setelah isoma dari pukul 13.00 hingga pukul 17.00 wib., ” ungkap Dansubsektor. ” Jadi jika di rata-ratakan kita menggunakan alat berat selama tujuh jam,” lanjutnya lagi.

Secara umum Dansubsektor 6 mengemukakan bahwa yang dilakukan dalam kegiatan ini selain pengerukan sedimentasi sungai juga melaksanakan perbaikan dan pemadatan akses jalan di sungai, pemopokan di Sungai, dan pengisian sedimentasi ke atas truck. “Hingga saat ini sudah sudah terangkat sekitar 700 meter kubik sedimentasi sungai,” papar Dansubsektor 6.

Sementara itu pergerakan truck sendiri tercatat  mengangkat sedimentasi dari sungai ke stock file sebanyak 15 rit per 3 bucket dan pengangkutan sedimentasi keluar sebanyak 17 rit, per 4 bucket. “Secara total kita sama dengan menggunakan 32 truck dengan pengangkutan ke stok file sekitar 15 truck dan pengangkutan disposal keluar sebanyak 17 truck,” papar Dansubsektor. “Kurangnya kendaraan Dumptruck perlu diperhatikan guna mempercepat sistem operasi hingga pengankatan sedimentasi menjadi lebih maksimal sebelum musim hujan tiba,” ujarnya.[bn/red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares