hari ini :

Home » Lingkungan » Satgas Citarum Sektor 21- 07 Sidak PT. Adetex, Air Limbah Pabrik di Penampungan Meluap

Satgas Citarum Sektor 21- 07 Sidak PT. Adetex, Air Limbah Pabrik di Penampungan Meluap

EDUPUBLIK, Kab  Bandung – Sidak terhadap PT. Adetex terkait laporan warga yang menemukan kondisi sungai sekitar satu minggu yang lalu telah dilaksanakan oleh prajurit satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 07 Pameungpeuk pada hari Sabtu (17/08/2019) dipimpin oleh Letda Saniyo selaku Pasiminlog Sektor 21 beserta anggota satgas subsektor 07, beberapa staff Dinas LH Kabupaten Bandung,  dan beberapa awak media.

“Hari ini kami melakukan sidak terkati laporan warga yang mengeluh adanya pabrik yang membuang limbah ke sungai dalam kondisi hitam. Setelah ditelusuri ternyata berasal dari PT. Adetex. ,” kata Letda Saniyo selaku Pasiminlog Sektor 21 saat memberikan keterangan kepada awak media terkait sidak ke PT. Adetex yang dilakukan oleh Subsektor 07 Pameungpeuk.

Dalam keterangannya Letda saniyo mengungkapkan bahwa sidak ini masih terkait dengan laporan warga yang menemukan kondisi sungai menjadi hitam, “Setelah dielusuri selama hampir satu minggu ternyata satgas menemukan air berwarna hitam berasal dari sekitar pabrik PT. Adetex ini,” papar Letda Saniyo. “Setelah kita konfirmasi kepada pengelola pabrik, ternyata ada rembesan dari penampungan limbah sementara yang meluap,” lanjutnya lagi.

Hampir seminggu ke belakang, pihak pabrik mengakui bahwa ada luapan air limbah dari penampungan yang meluber hingga akhirnya menyerap ke tanah dan keluar ke sungai Citalugtug yang merupakan anak sungai Citarum. “Ini merupakan kesalahan akibat tidak adanya komunikasi yang baik antara bagian IPAL dan produksi dimana saat bagian produksi membuang limpahan limbahnya, bagian IPAL belum menghidupkan mesin pengolahnya, hingga akhirnya meluap,”papar H. Sutisna selaku General Manager (GM) PT. Adetex saat dikonfirmasi mengenai kondisi yang ada saat ditemukan kondisi sungai di depan pabrik menjadi hitam.

Setelah diakukan pemeriksaan secara seksama dan pembicaraan dengan pihak pabrik yang diwakili oleh Sutisna selaku GM PT. Adetex, akhirnya disepakati bahwa pihak pabrik akan menambah tinggi pagar pengaman sekitar 1 meter agar tidak terjadi penyerapan air limbah yang akhirnya terbuang ke sungai. Selain itu juga akan memperbaiki bak penampung limbahnya agar tidak ada kebocoran.

Sementara itu, Robby Dewantara yang merupakan staff dari Dinas LH Kabupaten Bandung selaku Kasie Penaatan Hukum membenarkan bahwa pihak pabrik harus segera melakukan penambahan tinggi dinding bak pengolahan. “Kami melihat adanya ketidak sesuaian antara produksi dan kapasitas bak penampung limbah. Hal lain juga kurang adanya komunikasi antara bagian produksi dan pengolah limbah hingga terjadi luapan air saat bagian IPAL tidak menghidupkan mesinnya,” kata Robby.

H. Sutisna dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya berjanji akan memperbaiki kondisi bak penampungan IPAL nya secepat mungkin. “Kami akan memperbaiki bak penampungan secepatnya dan semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” pungkas H. Sutisna. [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*