hari ini :

Home » Ekonomi » Reiza Arief, Angkat Bicara: Properti Australia 2020, Ideal Bagi Investor Luar Negeri   

Reiza Arief, Angkat Bicara: Properti Australia 2020, Ideal Bagi Investor Luar Negeri   

EDUPUBLIK, Bandung – Berbagai reasoning perlu dikemukakan, demikian desar Reiza Arief, Head of Sales Crown Indonesia. Ini diungkap kala dilangsungkan MID Year Media Update Luncheon di The Luxton Hotel Bandung, Jl. Ir. H. Juanda No. 18 Kota Bandung (10/9/2019. Ungkapan sebelumnya, Crown Group Holding (Crown Group) diketahui sebagai perusahaan properti terkemuka Australia.

Crown Group punya spesifikasi pada pengembangan properti, investasi properti, dan hotel. Yang menarik, bisnis ini didirikan oleh ‘joint’ arsitek Iwan Sunito asal Indonesia, dan insyinyur Paul Sathio sejak 1996. Wow, kini nilai proyeknya telah mencapai Rp. 50 T.

Masih kata Reiza Arief, terkait keberadaan Kota Sydney dan Melbourne, yang bereaksi positif terhadap hasil Pemilu Bulan Mei dan kebijakan pemotongan suku bunga. Kali ini Crown Group, memberikan ‘bocoran’ perihal pasar properti Australia. Di antaranya ada lonjakan kepercayaan dan aktivitas pembeli dalam 3 bulan terakhir. Dasarnya, diperoleh melalui survey terbaru dari ANZ/Dewan Properti Australia, dan data harga hunian dari CoreLogic. Ini pun  didorong oleh keputusan terkini Australian Prudential Regulation Authority (APRA). Yang terakhir ini, melonggarkan pembatasan pinjaman untuk pembeli rumah, dan yang terbaru ada penurunan suku bunga!

Mengutip apa yang dikatakan Head of Australian Economics ANZ, David Plank, telah muncul signal stabilitas di pasar properti residensial dalam tiga bulan terakhir.

“Beberapa bulan terakhir terjadi penurunan suku bunga. usulan perubahan suku bunga dasar oleh pemerintah, dan dihapusnya ketidakpastian dari dampak kemungkinan perubahan kebijakan pajak telah mendorong sentiment positif terhadap industri hunian.”

Pada pihak lain SQM Research mempredisi akan adanya pertumbuhan nilai properti di Sydney sebesar 2% pada tri semester ini, dan akan meningkat sebesar 496 Iagi pada bulan Desember.

Momentum pertumbuhan terus terjadi di kota Sydney dan Melbourne sejak pemilu yang dilakukan pada bulan Mei lalu menurut Managing Director SQM Research, Louis Christopher.

”Saya tidak menampik kemungkinan akan adanya ”housing boom” yang baru”, tambahnya

Sementara itu, Kepala penelitian CoreLogic, Cameron Kusher, menyatakan ”Sydney dan Melbourne tampaknya merespons dengan sangat baik hasil pemilu pada bulan Mei dan kebijakan penurunan suku bunga”

“Saya pikir hal ini dimungkinkan karena mereka masih memiliki tingkat pengangguran yang rendah, pertumbuhan pekerjaan yang baik, dan ekonomi yang kuat. Ini beberapa hal yang tidak dimiliiki oleh kota lainnya”

Koreksi 5 atau 6 tahun …

Menanggapi situasi tersebut, Reiza Arief, merespon ini adalah signal positif yang menunjukkan pasar akan kembali kuat pada tahun 2020.

“Pasar properti Australia secara historis mengalami koreksi setiap 5 atau 6 tahun, namun dengan fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan populasi yang sehat, pasar terus melambung dan secara statistik meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya dengan nada optimis.

”Sebagai contoh, salah satu bangunan tempat tinggal paling ikonis di Sydney, Infinity by Crown Group, yang baru-baru ini telah selesai dibangun, hanya butuh 6 minggu saja untuk menyewakan 60% dari total unit yang tersedia,” jelas Reiza Arief sambil menambahkan – “Selalu ada permintaan untuk tempat tinggal yang indah dan nyaman di kawasan pinggiran kota, seperti yang ditawarkan selama ini oleh Crown Group.”

Seakan mengingatkan seperti apa sosok kinerja Crown Group yang saat ini punya proyek hunian vertikal di 6 lokasi di kota Sydney, Brisbane, Melbourne, Amerika Serikat, dan Indonesia. Serta, 4 proyek apartamen utama saat ini yang sedang dibangun di Sydney:

”Kondisi pasar properti di Australia saat ini menciptakan situasi cukup ideal bagi para investor luar negeri”, tutup Reiza Arief yang membuka jalan bagi investor luar negeri.[sa]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares