hari ini :

Home » Lingkungan » Coran Saluran Limbah di Sungai Cisuminta Dibongkar, Pembuang Limbah Liar itu, Siapa?

Coran Saluran Limbah di Sungai Cisuminta Dibongkar, Pembuang Limbah Liar itu, Siapa?

EDUPUBLIK, Kab Bandung – Fenomena terendam kembali area PT Mitra Citarum Air Biru (MCAB) di Jalan Cisirung, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, saat ini (13/9/2019) adalah musim kemarau. Yang jelas, menurut banyak kalangan terutama pemerhati lingkungan, untuk perusahaan yang mengolah limbah sedikitnya 24 perusahaan, hal ini sungguh aneh.

Malah beredar kabar, genangan fenomenal di PT MCAB ini, adalah imbas dari polemik penutupan saluran limbah liar di sungai Cisuminta oleh Satgas Citarum Harum Sektor 7 ,yang dipimpin oleh Kol. Inf. Purwadi. Rupanya, kenyataan di lapangan penutupan saluran limbah liar sejak 5 September 2019 ini, dinilai kurang efektif. Malah, menimbulkan masalah baru. Beberapa perusahaan yang dinilai tidak bersalah, justru memperoleh imbas dari luapan aliran sungai Cisuminta – salahsatunya,  PT. MCAB.

Menurut Purwadi (13/9/2019) titik bahasan kemarin dengan kementrian terkait, dinyatakan penutupan aliran sungai Cisuminta ternyata kurang efektif. Malah ada beberapa perusahaan yang dinilai tidak melakukan kesalahan, terkena dampaknya. Yang mencolok, salah satunya PT. MCAB saat ini terendam luapan air sungai Cisuminta.

“Saat ini kami sudah berdiskusi dengan beberapa pengusaha, kami akan buka coran dari aliran sungai Cisuminta yang dekat dengan MCAB. Selanjutnya, akan melakukan penutupan, sebelum aliran sungai Cisuminta. Dan ini akan di arahkan ke sungai Citepus. Selanjutnya, akan diselidiki siapa pemilik pipa tersebut” papar Purwadi di lokasi  PT. Naga Sakti, Cisirung , Kabupaten Bandung, sambil menekankan – “Berkoordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup), bila ditemukan salah satu perusahaan terindikasi membuang limbah secara liar, kami akan tindak lanjuti hingga ke ranah pidana.”

Pada pihak lain Direktur MCAB Lucky Tjandradinata yang akrab disapa Aan, mencatat sedikitnya ada tujuh perusahaan mitra dari MCAB yang terlewati aliran sungai Cisuminta. “Siapa yang buang limbah ke Sungai dan kemarin yang tertangkap, hingga saat ini pihak kami tidak mengetahuinya?”

Menghadapi kondisi dilematis ini, Aan oleh mitranya banyak memperoleh keluhan. Selain itu, tak sedikit yang bersimpati kepadanya:
“Intinya, kami pun tidak menyalahkan Satgas Citarum, akibat patroli yang dilaksanakan sejak  25 Agustus hingga 4 September 2019, lalu kedapatan PH air hingga 11. Menurut saya, justru beliau-beliau ini (Satgas Citarum Harum) telah menjalankan fungsinya dengan baik,” pungkas Aan. [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*