hari ini :

Home » Lingkungan » Kolonel Inf Yusep Sudrajat Dalam Sosialisasi Perizinan & Penataan Hukum di Bidang Lingkungan

Kolonel Inf Yusep Sudrajat Dalam Sosialisasi Perizinan & Penataan Hukum di Bidang Lingkungan

EDUPUBLIK, Kab Bandung – Acara pertemuan antara pemerintah, satgas Citarum Harum serta pengelola dan atau pemilik pabrik yang berada di wilayah kabupaten Bandung dalam rangka Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung telah dilasanakan pada hari Senin (16/09/2019) bertempat di Bale Kandaga kabupaten Bandung dari pukul 13.00 hingga pukul 17.00 wib. yang dihadiri oleh para pengelola pabrik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Dedy Dharmawan, S.Pd., M.MPd, Dansektor 21 satgas Citarum Harum Kolonel Inf. Yusep Sudrajat dan perwakilan dari Polres Kabupaten Bandung.

“Sejak kecil saya sudah tahu bahwa kondisi sungai di wilayah kabupaten Bandung sudah berwarna dan tercemar oleh pabrik karena saya pun adalah warga asli daerah Kabupaten Bandung ini. Setelah 30 tahun, pesta membuang limbah sudah usai hari ini”,kata Kolonel Inf. Yusep Sudrajat selaku satgas Citarum Harum Sektor 21 saat menjadi narasumber dalam agenda sosialisasi perizinan dan penataan hukum di bidang lingkungan di Bale Kandaga Kabupaten Bandung.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas LH Kabupaten Bandung Dedy Dharmawan, S.Pd., M.MPd dalam pidato pembukaan mengungkapkan bahwa sudah sejak lama para pengelola pabrik saat bertemu dengan kepala dinas LH selalu dalam konteks pelanggaran. “Jika bertemu dengan kepala dinas perindustrian pengelola pabrik pasti bicara prestasi produksi meningkat. Dan jika bertemu dengan kepala dinas tenaga kerja pasti terkait dengan penambahan jumlah tenaga kerja akibat produksi meningkat,” kata Dedy. “Tapi jika ketemu dengan Kepala Dinas LH, maka akan muncul masalah persoalan pengelolaan limbah yang seringkali buruk,” lanjutnya lagi.

Dedy mengungkapkan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh pabrik terkait limbah dibagi dalam 3 kategori menurut undang-undang yaitu ada kategori tidak disengaja, kategoti disengaja dan human error. “Kategori yang disengaja akan mendapatkan sanksi yang tegas dan bisa berhadapan dengan hukum,” kata Dedy.

Sementara itu Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat dalam paparannya sebagai narasumber mengungkapkan bahwa kondisi sungai Citarum akibat kelakuan para pengelola pabrik membuang limbah sembarangan telah menimbulkan banyak kerugian. “Saya berharap, lakukan perbaikan dan perubahan fasilitas IPAL dengan baik sesuai ketentuan karena bisa berakibat buruk kepada masyarakat luas,” kata Dansektor 21.

Diwilayah Sektor 21 sendiri sudah banyak pabrik yang telah memperbaiki bahwakn membuat sarana IPAL baru dengan biaya yang sangat besar demi perbaikan ekosistem DAS Citarum. “Sekitar 70 an pabrik telah memperbaiki sarana IPAL nya dan ada 2 pabrik yang akhirnya saya laporkan kepada pihak berwenang karena tidak ada niat sama sekali untuk memperbaiki sarana IPAL nya,” ungkap Dansektor 21

Dansektor 21  juga meminta kepada semua stake holder agar selalu berfikir masa depan untuk anak cucu bangsa ini. “Jangan sampai kentungan yang didapat dari pengelolaan pabrik malah menjadi bencana bagi penerus bangsa atau anak cucu kita,” kata Dansektor. “Segera perbaiki dan saya ingatkan bahwa satgas Citarum Harum akan selalu mengawasi setiap waktu,” pungkas Dansektor. [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares