hari ini :

Home » Lingkungan » Satgas Citarum Sektor 21 Konsisten Laksanakan Perintah Perpres No 15 Tahun 2018

Satgas Citarum Sektor 21 Konsisten Laksanakan Perintah Perpres No 15 Tahun 2018

EDUPUBLIK, Bandung – Dalam rangka menjalankan tugas menjadi salahsatu unsur penting yaitu menjaga konsistensi dan konsekwensi untuk mencapai hasil yang telah ditentukan. Begitu juga dengan para satgas yang menangani program Citarm Harum termasuk Subsektor 13 yang masih dalam wilayah Sektor 21 yang dipimpin oleh Kolonel Inf. Yusep Sudrajat selaku Dansektor 21.

Dalam setiap laporannya, Subsektor 13 yang memiliki wilayah cukup luas dan bersentuhan langsung dengan pabrik-pabrik, selalu memberikan informasi penting bagi perkembangan program Citarum Harum yang telah berjalan hampir 2 tahun berdasarkan Perpres no. 15 tahun 2018 ini.

Perlu digarisbawahi bahwa apa yang telah ditugaskan oleh Presiden berdasarkan Perpres no. 15 tahun 2018 ini kepada TNI untuk merevitalisasi serta menormalisasi kembali ekosistem di sungai Citarum telah dilaksanakan tanpa mengenal waktu, tempat dan kondisi. Para satgas mengerjakan tugas dengan penuh dedikasi dan siap 24 jam sehari selama 7 hari tanpa henti dalam rangka mewujudkan Citarum Harum menjadi hal yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Dalam laporan yang di dibuat pada hari Selasa (1/10/2019)  pada pukul 14.00 wib. satgas Citarum Harum Sektor 21-13 Cimahi dibawah komando Dansektor 21 Kol inf Yusep Sudrajat, telah melakukan patroli sungai dan pengecekan pembuangan limbah di ekoalisasi atau outlet dibeberapa pabrik. Hal ini menjadi salahsatu komitmen satgas Sektor 21 dan salahsatu subsektornya yaitu subsektor 13.

Secara terperinci, laporan kegiatan tersebut mendatangi beberapa pabrik yang berada di beberapa jalan  sekitar wilayah Cimahi Selatan. Di jalan Nanjung kelurahan Utama  yaitu pabrik PT. Ragam jaya utama (RJU), dan PT. Nissimbo. Di jalan industri 2 kelurahan Utama yaitu pabrik PT. Dwi Mulya. Di jalan Pahlawan kelurahan Utama yaitu pabrik PT. Suritex  dan PT. Sinar Continental.

Dari hasil sidak tersebut air limbah dari semua pabrik tetap konsisten berwarna bening ikan koi atau mas masih hidup dibak Outlet. Hasil tersebut tak lepas dari kerja keras seluruh satgas yang berhasil bersinergi dengan warga setempat serta stake holder yang ada seperti pihak pemerintahan, komunitas, serta para pengusahanya sendiri. [bn/red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares