hari ini :

Home » Ragam » Memompa Kemandirian Pesantren Dengan Memajukan Ekonomi Kreatif Dan Produktif Lewat Program OPOP

Memompa Kemandirian Pesantren Dengan Memajukan Ekonomi Kreatif Dan Produktif Lewat Program OPOP

EDUPUBLIK, Kab Bandung Barat – Sebagaimana diketahu Gubernur Jawa Barat, Bapak H. Ridwan kamil dan Wakil Gubernur Bapak. H. UU Ruzanul Ulum, membuat program baru yang bertujuan untuk memajukan umat dimana program ini ditunjukan langsung untuk seluruh pesantren Se Jawa Barat, dan program ini dinamakan OPOP (ONE PESANTREN ONE PRODUCT). dibawah Naungan DINAS KOPRASI UMKM dan UPTD P3W JABAR.

Sebanyak 1456 pesantren sejawabarat mengikuti program ini, selain dari pada peserta OPOP sendiri Memiliki 132 pendamping dan 10 koordinator wilayah Sejawabarat.

Diantara Pendamping OPOP (ONE PESANTREN ONE PRODUCT) yang di kukuhan pada tanggal 6 Juli 2019, ada salah satu Aktivis melineal Bandung Barat yang berhasil masuk menjadi pendamping OPOP tersebut, dia adalah YULI YANTI atau yang biasa akrab dengan sapaanya Neng Yuli, sebagai mana diketahui di kabupaten Bandung Barat neng Yuli di kenal sebagai salah satu aktivis milenial dimana dirinya selalu aktif baik di kegiatan sosial, organisasi kepemudaan,keagamaan maupun dilingkungan birokrasi, maupun politik.

Saat di Wawancara Neng Yuli mengaku masuknya dirinya menjadi pendamping OPOP adalah hasil seleksi dari ratusan pendaftar se Jawa Barat melalui tahapan Seleksi administrasi maupun seleksi wawancara, “Alhamdulillah sesudah menempuh seleksi administrasi maupun seleksi wawancara saya masuk lewat jalur praktisi karena saat itu saya mendaftarkan diri sebagai Ketua Home Industri Gandrung Alam, dan Pengelola Usaha Ekonomi Produktif di Karang Taruna, juga sebagai wirausaha baru naik kelas,  saya tidak menyangka bisa lolos karena saingan saya begitu banyak, baik dari kalangan praktisi sendiri, akademisi, maupun dari jaringan pontren, juga para senior yang umurnya jauh dari pada umur saya, tapi saya optimis bisa menjadi Pendamping OPOP (ONE PESANTREN ONE PRODUCT) Dengan visi misi ingin MEMBANGUN DAN MEMOMPA KEMANDIRIAN PESANTREN DENGAN MEMAJUKAN EKONOMI KREATIF DAN PRODUKTIF dengan memanfaatkan Potensi potren”, Papar neng yuli.

Lanjut neng Yuli,”Alhamdulillah saya di amanahi 14 pesantren di wilayah kecamatan cililin pada saat itu yang harus di cek data maupun fisik pesantren maupun santrinya. Dan dari 14 pesantren itu 8 pesantren masuk di seleksi tahap satu, adapun nama Ponpes dampingan yaitu 1. MIFTAHUNAJAH AL-MURSY DESA BONGAS, 2. MIFTAHUL ULUM AL-MURSY 1 DESA RANCAPANGGUNG, 3. DARUL HUDA AL-MURSY DESA BONGAS, 4. DARUL IHSAN DESA BATULAYANG, 5.NURUL HIDAYAH DESA BATULAYANG, 6.RIYADLUL MUTA’ALIMIN DESA BATULAYANG, 7. AL-HUDA DESA CILILIN, 8. AL-HIDAYAH BANI SYARONI DESA KARANGTANJUNG”, ujarnya.

Dan di delapan ponpes tersebut ada dua kategori 1, scale up (pengembangan product) 2. Star up (baru memulai usaha)
menurut neng yuli ini adalah tantangan tersendiri bagi dirinya karena pengalaman baru harus menjadi coaching untuk pesantren, tapi dengan tekad yang baik dan tidak merasa menggurui peserta atau ponpes, neng yuli terus memberikan motivasi untuk para pesantren mengembangkan product maupun memulai menciptakan product, baik itu makanan, budi daya ikan, kerajinan tangan maupun makanan khas cililin seperti gurilem, selain itu neng yuli juga membantu bagaimana cara membranding product bagi yang belum bisa dan bagaimana mengembangkan usaha,dan kedelapan pesantren dampingannya semua mendapatkan Hadiah Modal Usaha sebesar RP, 25,000,000 dan RP. 30,000,000, Neg yuli menitipkan pesan kepada pesantren atau peserta untuk menggunakan uang hadiah tersebut sesuai RAD (RANCANGAN ANGGARAN DASAR) yang pernah di ajukan dalam proposal usaha yang di ajukan ke Dinas, dan hasil usahanyapun bisa bermanfaat bagi santri atau pengelola usaha.

Sesuai dengan jargon opop yaitu PESANTREN JUARA UMAT SEJAHTERA dengan adanya usaha di lingkungan pesantren, pesantren bisa mandiri dalam segi ekonomi. Karena sebelumnya peserta sudah belajar atau magang terlebih dahulu di pesantren percontohan, atau pesantren yang memang sudah mandiri dalam segi ekonomi, selama satu minggu yang bertempat di Al- idrissyah, Nurul Iman, DT, Al-ittifaq.

Neng yuli yakin 8 dari pesantren yang didampinginya akan ada yang masuk ke seleksi tahap ke 2, dan akan mewakili Cililin di tingkat kabupaten, maupun provinsi. Dan berharap selepas dari program opop ini Kabupaten Bandung Barat bisa lebih memperhatikan lagi pesantren dan bisa mendirikan BADAN USAHA MILIK PESANTREN (BUMP) agar ada wadah untuk menampung dan memasarkan hasil dari product yang diciptakan oleh para pesantren yang Ada di kabupaten Bandung Barat. Dan Bupati bisa merespon dan memfasilitasi itu semua lewat dinas terkait baik untuk Perijinan usahanya, seperti PIRT, HALAL dan IUM atau SIUPnya, juga memberikan ruang untuk para pontren lewat BUMP tadi. Karena sebagaimana di ketahui sekarang payung hukum pesantren semakin kuat karena sudah di atur Dalam UU Pesantren, tandas neng yuli.[yy]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares