hari ini :

Home » Lingkungan » Setelah Beri Pembekalan di Pusdikter AD, Letjen Doni Monardo Serta Dansektor 21 Penuhi Undangan Wanadri

Setelah Beri Pembekalan di Pusdikter AD, Letjen Doni Monardo Serta Dansektor 21 Penuhi Undangan Wanadri

EDUPUBLIK, Bandung Barat –Pemaparan dan pidato pembekalan kepada sekitar ratusan Dandim se Indonesia yang tengah mengikuti pelatihan teritorial di Pusdikter AD dijalan Raya Gadobangkong, Gadobangkong, kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat,oleh Letjen Doni Monardo telah dilaksanakan pada hari jumat (01/11/2019) dan dihadiri oleh Kapusdikter AD Mayjen TNI Arif Rahman, MA., para staff BNPB pusat, serta beberapa awak media.

“Saya berharap kalian sebagai Dandim bisa menguasai lapangan dan bisa menerapkan konsep Pentahelix. Kalian bisa mencontoh Dansektor 21,” kata Letjen Doni Monarda dalam pidatonya di acara pembekalan para Dandim se Indonesia di Pusdikter Ngamprah kabupaten Bandung Barat.

Pidato dan paparan Letjen Doni Monardo ini merupakan rangkaian materi yang diberikan kepada para Dandim se Indonesia yang mengikuti pelatihan teritorial di Pusdikter yang berlangsung dari tanggal 28 Oktober Hingga 03 November 2019.

Sebelum memberikan pembekalan materi mengenai kondisi wilayah Indonesia terkait potensi bencana, Letjen Doni Monardo melakukan pertemuan di ITB hingga pemberian materi kepada para Dandim ini berlangsung sekitar pukul 13.00 hingga menjelang Ashar.

Dalam paparannya Letjen Doni memberi semangat betapa solid dan besarnya kontribusi  TNI dalam menanggulangi bencana yang ada di Indonesia. “Dandim harus bisa menjadi tulangpunggung masyarakat saat akan terjadi bencana, saat terjadi hingga pasca terjadinya bencana,” kata Letjen Doni. “Perlu digaris bawahi bahwa Indonesia memiliki jenis benacana yang lengkap hingga para Dandim harus mempelajari wilayahnya hingga ke potensi bencana yang ada di wilayahnya,” lanjutnya lagi.

Letjen Doni juga menekankan bahwa setiap Dandim harus menerapkan konsep Pentahelix hingga Dandim bisa bersinergi dengan seluruh unsur yang ada di wilayahnya. “Pentahelix sendiri terdiri dari 5 unsur yaitu pemerintah, institusi pendidikan, pengusaha, komunitas serta media,” papar letjen Doni. “Sinergi yang baik dengan lima unsur yang ada dalam konsep Pentahelix, pekerjaan kalian akan menjadi lebih mudah,” lanjutnya lagi.

Dalam acara tersebut Letjen Doni Monardo diberi plakat penghargaan oleh Danpusdikter Mayjen TNI Arif Rahman, MA. dan dilanjutkan dengan menyalami para Dandim belum meninggalkan tempat acara.

Letjen Doni Munardo Penuhi Undangan Wanadri di Konservasi Perburuan Gunung Kareumbi Sumedang

Setelah memberikan  pembekalan kepada para Dandim, Letjen Doni Monardo memenuhi undangan Wanadri Jawa Barat yang bertempat di wilayah konservasi perburuan Gunung Kareumbi Sumedang Kabupaten Sumedang. Letjen Doni dan rombongan tiba di tempat acara setelah maghrib dan disambut oleh pengurus wilayah wisata perburuan Gunung Kareumbi yang dikelola oleh Wanadri.

Setelah beristirahat beberapa saat pengelola wilayah konservasi memberikan paparan mengenai kondisi yang ada di kawasan konservasi ini. “Wilayah ini memiliki sejarah dengan pasukan Siliwangi karena ada gubug yang digunakan oleh Jenderal Ibrahim Aji saat pemberantasan kelompok DITII yang bersarang di wilayah ini,” kata salahseorang pengelola. “Selain itu kawasan ini akan kami jadikan tempat pelestarian berbagai tanaman keras yang saat ini telah mengalami penebangan yang sporadis dan tidak taat aturan,” katanya lagi.

Pengelola berharap pihak BNPB bisa membantu pihaknya untuk mendorong pemerintah atau institusi lain agar bisa membantu program yang dilaksanakan oleh Wanadri ini. “Kami sudah melaksanakan program yang namanya Wali Pohon dimana kami telah menanam ribuan pohon yang ditanam oleh pengunjung dengan membeli bibitnya seharga 50 ribu rupiah,” kata pengelola tersebut.

Letjen Doni Monardo segera menanggapi pemaparan salahseorang pengelola dari Wanadri tersebut dengan memberikan masukan yang mungkin bisa dilakukan. “Coba membuat program yang disesuaikan dengan program BNPB karena BNPB hanya akan membantu dalam konteks kebencanaan,” kata Letjen Doni. “Namun kita akan mendorong pihak lain seperti pemerintah dan institusi terkait agar bisa memberikan bantuan kepada Wanadri untuk mengelola kawasan ini,” kata Letjen Doni.

Letjen Doni juga menyatakan apresiasinya terhadap apa yang telah dilakkan oleh Wanadri terhadap wilayah konservasi gunung Kareumbi ini. “Saya berharap program yang telah berjalan bisa terus dipertahankan,” pungkasnya.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares