hari ini :

Home » Lingkungan » Sektor 21- 6 Bongkar Gedung RW di Bantaran & Warga Apresiasi Kinerja Satgas Citarum Pada Pengerukan Sungai

Sektor 21- 6 Bongkar Gedung RW di Bantaran & Warga Apresiasi Kinerja Satgas Citarum Pada Pengerukan Sungai

EDUPUBLIK, Kab Bandung – Giat awal pembongkaran gedung pertemuan Rw.03 yang berada di wilayah desa Bojongseureuh Citepus Kabupaten Bandung telah dilaksanakan oleh prajurit anggota satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 06 Citepus pada hari Senin (04/11/2019) yang dihadiri oleh beberapa warga disekitar bangunan, Hasman selaku ketua Rw.03 dan beberapa awak media.

“Saat ini kami bersama warga Rw.03 Bojongseureuh telah sepakat untuk merobohkan sebagian gedung pertemuan yang berada di dekat bantaran sungai. Kesepakatan ini untuk memicu warga agar sadar bahwa tidak boleh membangun bangunan dipinggir bantaran sungai,” kata Peltu Edy Purwanto selaku prajurit anggota satgas Citarum Harum Subsektor 06 saat memberikan keterangan kepada awak media.

Menurut Peltu Edy gedung pertemuan tersebut dirobohkan setengahnya agar warga masih memiliki sarana gedung perteman. “Perobohan tersebut hanya setengahnya saja karena setelah dihitung sekitar 4,5 meter dari bantaran masih ada sisa setengahnya dari gedung tersebut. “Saya berharap agar warga sadar bahwa memang tidak boleh membangun bangunan diatas bantaran sungai,” kata Peltu Edy.

Warga Bersyukur Satgas Telah Melaksanakan Pengerukan sedimentasi Sungai

Sementara itu warga yang berada tidak jauh dari bantaran sungai merasa bersyukur dengan selesainya pengerukan sedimentasi sungai Citepus oleh satgas Citarum Harum Subsektor 06. Salahseorang warga Rw. 03 Desa Bojongseureuh yaitu Yoni yang rumahnya berjarak sekitar 11 meter dari bantaran sungai mengungkapkan bahwa dengan pengerukan tersebut saat terjadi hujan besar kemarin tidak ada air yang meluap.

“Biasanya jika hujan seperti kemarin air sungai akan meluap dan bisa mencapai selutut,” kata Yoni. “Kami mengucapkan syukur alhamdulillah setelah dilakukan pengerukan, air sungai hanya mencapai batas kirmir lama sekitar satu meter dibawah bangunan kirmir baru,” katanya lagi.

Sebelum dilakukan pengerukan, Yoni mengungkapkan bahwa setiap menjalang hujan warga sudah bersiap-siap untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. “Seringkali warga mengungsi ke tempat saudaranya jika musim hujan sudah tiba,” papar Yoni.

Namun Yoni berharap agar dibangun pagar pengaman di pinggir kirmir yang rata dengan tanah setelah dilakuan pengurugan hingga setinggi pagar kirmir. “Saya khawatir jika tidak dibangun pagar pengaman bisa membahayakan oran yang lewat atatau berkendaraan dipinggir kirmir,” pungkas Yoni.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares