hari ini :

Home » Lingkungan » Satgas Citarum Sektor 21-13 Cek Pengerjaan Tanggul Sungai Kalimalang

Satgas Citarum Sektor 21-13 Cek Pengerjaan Tanggul Sungai Kalimalang

EDUPUBLIK, Cimahi – Dalam melaksanakan program Citarum harum, satgas Citarum sektor 21 subsektor 13 Cimahi selatan melakukan korve pada hari Jumat (20/12/2019), dengan pembersihan meliputi pembersihan sampah, pohon pohon liar, bersih bersih di embung atau penampung air dari sungai cibereum di Rt 05 Rw 09 kampung Leuweung Gede kelurahan Cibereum kecamatan Cimahi Selatan dengan hasil 150 meter telah dibersihkan dan sampah sebanyak 56 karung.

Selanjutnya patroli di lokasi pembuatan perbaikan pengerjaan tanggul sepanjang 119 meter sebagai penahan volume air aliran sungai Kalimalang, Melong, Cimahi selatan, ditargetkan selesai pada 23 Desember 2019. Hal itu diungkapkan Dedi Mulyadi, Konsultan pengawas proyek pekerjaan tanggul, saat ditemui di lokasi bersamaan dengan patroli sungai yang dilakukan satgas citarum sektor 21 subsektor 13 Cimahi selatan.

Pengerjaan penambahan tinggi tanggul (Kirmir) sungai Kalimalang dikerjakan sejak 23 November. Pekerjaan ini dibawah tanggung jawab DPKP Kota Cimahi, pengerjaannya tidak melibatkan pihak ketiga, tetapi dikerjakan dengan pelibatan masyarakat setempat atau Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Lokasi tanggul meliputi 2 RW, antara RW 1 dan RW 2, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi selatan.

“Sebelum dilakukan penambahan tinggi dinding tanggul, kita sudah lakukan pengerukan sedimentasi dengan kedalaman pengerukan mencapai 1 meter 10 senti,” ujar Dedi.

Untuk pengerjaan penambahan dinding tanggul, kata Dedi, dilakukan dengan 2 spesifikasi dinding yang berbeda. “Untuk pekerjaan yang ada di wilayah RW 1, dinding yang dibuat sepanjang 92 meter, tinggi 1 meter 13 senti, dengan pondasi batu,” terangnya.

Sementara, untuk dinding tambahan yang masuk wilayah RW 1 menggunakan beton (cor), sepanjang 27 meter dengan tinggi mencapai 2 meter dari pondasi awal.

Perbedaan spesifikasi ini dikarenakan lokasi dan daya tampung yang berbeda di dua wilayah RW tersebut. “Kalo yang di wilayah RW 2 arus sungai tidak begitu deras, tapi kalo di wilayah RW 1 kan langsung tertabrak arus sungai pertemuan dari sungai cibaligo,” ungkapnya.

“Kalo pake kontruksi batu, pengerjaannya sebelum kering air datang bisa rusak lagi, kalo beton sekarang alhamdulillah begitu selesai dicor, langsung pas malemnya diterjang air besar juga, alhamdulillah sekarang masih berdiri,” imbuhnya.

Dikatakan Dedi, penambahan tinggi tanggul (dinding bantaran) sungai ini belum sampai pada tahap menghilangkan banjir, tapi upaya dalam meminimalisir banjir.

“Sebelum ini dibangun, misalnya yang tadinya banjir hingga setinggi dada, setelah ada ini bisa berkurang ketinggian banjirnya,” tuturnya.

“Penambahan ini belum bisa untuk menghilangkan banjir, hanya menimalisir saja. Nanti rencana besarnya, mungkin pemerintah kota aliran sungai cibaligo dari cimahi atas langsung dibuat lurus hingga bermuara ke sungai yang lebih besar,” jelasnya.

Sesuai program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, pengerjaan penambahan tinggi tanggul sungai Kalimalang sejalan dengan tujuan Satgas Citarum, khususnya wilayah Sektor 21 Subsektor 13 terkait upaya mengembalikan kelestarian DAS Citarum.[red/sa/cy]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares