hari ini :

Home » Lingkungan » Wadansatgas Citarum Mayjen TNI Nugroho Apresiasi Kinerja Sektor 21

Wadansatgas Citarum Mayjen TNI Nugroho Apresiasi Kinerja Sektor 21

EDUPUBLIK, Bandung – Program Pemerintah pusat melalui Perpres nomor 15 tahun 2018 yaitu tentang Pengendalian DAS Citarum dengan itu Tim PPK DAS Citarum agendakan Rapat koordinasi Progres kemajuan kegiatan Citarum pada hari Rabu, (05/02/2020)

Setidaknya satu kali dalam enam bulan, Satgas Citarum harus melaporkan progres dari Program Pemerintah ini. Pada hari ini, Dansatgas Citarum Harum yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta Wadansatgas yaitu Panglima Kodam III Siliwangi mengundang 23 Dansektor untuk melaksanakan Rapat Koordinasi untuk menyelaraskan Laporan. Dalam hal ini, kegiatan dihadiri oleh Wadansatgas, seluruh Dansektor beserta perangkat PPK DAS Citarum juga para awak media, tanpa dihadiri Gubernur yang dijadwalkan hadir pada hari ini karena berhalangan satu dan lain hal.

Diungkapkan oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto yang juga mengemban tugas sebagai Wadan Satgas Citarum Harum bahwa dalam melaksanakan program ini memerlukan sinergitas dari Akademisi, Media Massa, Masyarakat, Budayawan, TNI dan Polri maupun yang lainnya.

“Di antara kita jangan sampai nanti ada perbedaan pendapat, kita satu kelompok kerja yang harus saling mendukung. Yang tadi saya sampaikan Kita tidak bisa bekerja sendirian, kita bersama-sama kita harus saling mengingatkan sehingga apa yang kita kerjakan apa yang kita lakukan dan apa yang kita bicarakan itu ya sekarang sama-sama semuanya” ungkapnya.

Jika dalam pelaksanaan tugas untuk Citarum Harum masih ditemukan beberapa hambatan, Pangdam mengharapkan bahwa semua dapat berupaya agar program Citarum harum dapat terlaksana sesuai dengan apa yang diagendakan. “Pak gubernur selaku Dansatgas berkeinginan 5 tahun ini tuntas ya, sekarang sudah tahun ketiga Berarti yang masih ada 3 tahun ini harus kita tuntaskan. Rekan-rekan sekalian memang kita perlu bekerja keras kita perlu bersama-sama bergandengan tangan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan, memang sudah ada progres yang kita lihat kemarin beberapa hari yang lalu terjadi hujan yang cukup tinggi curahnya dan itu sangat cepat penurunannya, memang masih terjadi banjir dan masih banyak sampah,” pungkasnya.

Wadansatgas apresiasi dan singgung kinerja Sektor 21 mengenai gerakan Zero Waste yang diterapkan di wilayahnya dengan mengurangi penggunaan sampah plastik di lingkungan Sekolah dengan membawa Tumblr dan Misting. Selain itu, mengambil contoh Kasus yang terselesaikan beberapa waktu lalu di Sektor 21 mengenai berita kurang baik berhasil ditangani, yakni tentang pencemaran di rancaekek. Dengan sigap, Dansektor 21 berhasil menindaklanjuti pemberitaan tersebut dengan aksi penanganan dan langsung mencari penyebab sumber masalah dari pemberitaan tersebut. Berangkat dari kasus ini, yang akhirnya nanti adalah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, Pemerintah Daerah itu mulai dari Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan atau Desa kemudian masuk ke RW dengan RT, disitulah nanti harus melakukan bagaimana alih fungsi apa yang dilakukan oleh para dan sektor yang nantinya akan ditangani oleh langsung masyarakat oleh sebab itu betapa pentingnya masalah edukasi yang harus terus dilakukan kepada masyarakat khususnya kepada nantinya para pejabat di wilayah untuk menangani masalah DAS Citarum.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dedi Kusnadi dengan memaparkan Rencana Aksi Pengendalian DAS Citarum yang sudah tertuang dalam Pergub Nomor 28 Tahun 2019. “2025 Rencana Aksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan daerah Aliran Sungai Citarum Tahun 2019-2025 telah disahkan melalui Pergub nomor 28 tahun 2019, Namun demikian masih belum menggunakan rencana aksi ini sebagai acuan perencanaan program ini belum ada keterkaitan secara menyeluruh dan ini perlu perhatian dari kita semuanya sehingga program masalah Citarum ini bisa segera tertangani,” ungkap Dedi Kusnadi selaku Ketua Harian Satgas Citarum dalam paparannya.

“Ini semuanya kita bekerja bersama-sama, Pemerintah pusat kan sudah mengeluarkan Perpres, kita bekerja sama-sama untuk mengembalikan Sungai Citarum itu menjadi harum. Kita semua, Kementerian, Lembaga yang ada di sini yang ada di Jawa Barat ini kesiapan mereka semua harus diselesaikan,” ungkap Mayjen Nugroho usai ditemui pada akhir acara. Menyingung soal kinerja Sektor 21 dirinya mengatakan, “Sektor 21 kan kita bersama-sama dengan masyarakat, ini kan kepentingan kita bersama, kita jaga alam, alam jaga kita. Kalau kita tidak bisa menjaga alam kan terjadi bencana terjadi macam-macam, dan akhirnya kita adakan sosialisasi edukasi kepada masyarakat, kepada rakyat kita supaya mereka jangan membuang sampah sembarangan, itu kan untuk kepentingan kita bersama-sama,” pungkasnya.[red/ros]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares