hari ini :

Home » Lingkungan » Sektor 21 Gelar Diskusi Panel Lingkungan Hidup, Disiarkan Langsung TVRI

Sektor 21 Gelar Diskusi Panel Lingkungan Hidup, Disiarkan Langsung TVRI

EDUPUBLIK, Cimahi – Diskusi Panel yang bertajuk New Normal Jaga Alam Dan Lingkungan Tetap Asri. yang disiarkan langsung oleh TVRI di Posko 21 yang terletak di kampung Cimenteng desa Cipageran kecamatan Cimahi Utara kota Cimahi telah dilaksanakan pada hari Senin (29/6/2020) dari pukul 10.00 hingga 11.00 wib.

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantu pelaksanaan acara ini dan perlu digarisbawahi bahwa Taman Kehati yang telah menjadi Posko Sektor 21 ini akan terus kita kelola oleh yayasan Duasatu Kehati Foundation,” kata Kolonel Inf. Yusep Sudrajat selaku Dansektor 21 saat memberikan sambutan dalam acara siaran langsung TVRI di Posko Sektor 21 Cipageran kota Cimahi.

Dalam acara tersebut hadir Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat selaku tuan rumah, serta beberapa narasumber yaitu Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo Kadis LH Pemkot Cimahi, Rektor Unpas, Furik 1 Unjani dan dr. Ekki penggiat lingkungan bertempat di Posko Sektor 21 Satgas Citarum Harum di Taman Kahati Kampung Cimentang Desa Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi (29/6/2020).

Dalam sambutannya, Kolonel Inf. Yusep Sudrajat mengungkapkan beberapa hal terkait keberadaan Taman Kehati yang tadinya merupakan lahan yang dijadikan sebagai hutan kota Cimahi namun tidak dikelola maksimal. “Saya selaku Dansektor 21 satgas Citarum Harum dan pihak pemerintah kota akhirnya menyetujui untuk mengelola lahan ini menjadi tempat pembibitan tanaman keras yang nantinya akan berfungsi sebagai daerah serapan air dan hutan kota,” ungkapnya.

Sementara itu Kasdam III/ Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo mengakui bahwa pengelolaan lahan seperti ini akan maksimal jika terjadi sinergi yang baik dari berbagai pihak. “Saya berharap beberapa pihak yang turut bekerjasama yaitu satgas Citarum Harum, pemerintah, institusi pendidikan serta komunitas bisa menjadikan tempat ini sebagai pusat edukasi, penelitian serta pengembangan aneka ragam tanaman,”ujarnya.

Terkait perkembangan program Citarum Harum, Kasdam mengungkapkan bahwa kondisi sungai Citarum saat ini sudah banyak berubah. “Program Citarum Harum yang telah dilaksanakan sejak hampir tiga tahun ini telah menampakan hasilnya meski belum seratus persen. Namun jelas telah mengalami perkembangan yang sangat baik,” ungkapnya.

dr. Ekki Baihaki selaku perwakilan yayasan Duasatu Kehati Foundation menjelaskan bahwa keberadaan yayasan ini nantinya akan memiliki dua fungsi. “Fungsi pertama adalah pengembangan penelitian dan yang kedua adalah edukasi,” jelasnya. ” Kami juga akan mengupayakan berbagai kegiatan dan sarana positif yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” pungkasnya.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares