hari ini :

Home » Lingkungan » Dansektor 21 Cor Saluran Buang Cair PT. Cipta Aneka Pangan

Dansektor 21 Cor Saluran Buang Cair PT. Cipta Aneka Pangan

EDUPUBLIK, Cimahi – Akibat maraknya laporan warga terkait kondisi pabrik PT. Cipta Aneka Pangan yang membuang limbah berwarna, bau aroma coklat yang menyengat, serta bisingnya suara mesin kondensor, giat sidak Dansektor 21 ke pabrik yang terletak di jalan Kendal No. 32 kelurahan Melong kecamatan Cimahi Selatan kota Cimahi tersebut telah dilaksanakan pada hari Senin (01/09/2020).

“Rumahan saja kita bangunkan IPAL untuk kotoran domestik. Ini pabrik yang sudah berdiri 10 tahun tidak punya IPAL, saya cor hari ini saluran buangan limbahnya,” kata Kolonel Inf. Yusep Sudrajat kepada awak media saat menyidak sebuah pabrik coklat di wilayah kota Cimahi.

Dalam giat tersebut selain Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat beserta anggota satgas hadir juga Neneng Setiawati selaku perwakilan Kadis LH prov. Jabar, Romeo Risda Susanti selaku Pejabat Pengawas LH prov. Jabar, Nita Nilawati Wala selaku Seksi Penegakan Hukum LH prov. jabar, Metha selaku pengawas LH Cimahi, Yani selaku Kabid Penaatan Hukum Lingkungan Cimahi, Toha dari Pengaduan LH Cimahi, dan beberapa awak media yang disambut oleh para staff pabrik yaitu Nanang selaku Manajer Produksi, Andi selaku penanggung jawab perusahaan dan Putu Intaran selaku HRD umum.

Dalam sidak tersebut, rombongan Dansektor 21 beserta Staff kedinasan LH provinsi Jabar dan kota Cimahi diterima disebuah ruangan rapat lantai 2 yang terletak dikawasan pabrik tersebut.

Saat terjadi perbincangan antara pihak pabrik, staff kedinasan LH serta Dansektor 21 terungkap bahwa kondisi pabrik pengelolaannya jauh dari standar yang sudah ditentukan untuk pendirian sebuah pabrik terutama sarana IPAL.

Setelah pihak pabrik mengemukakan semua hal yang sudah dilakukan terkait keluhan warga serta pernyataan staff kedinasan LH provinsi Jabar dan kota Cimahi terkait sikap dari pengelola pabrik, Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat menjelaskan secara singkat program Citarum Harum dan langsung menanyakan titik yang terpenting yaitu keberadaan IPAL dipabrik tersebut yang dijawab langsung oleh Nanang selaku manajer Produksi bahwa di pabrik tersebut tidak ada sarana IPAL nya.

Dengan jawaban tersebut Dansektor 21 langsung memutuskan untuk melakukan pengecoran terhadap saluran buangan pabrik tersebut yang langsung dikeluarkan ke selokan yang berada di belakang pabrik.

“Bagi kami satgas Citarum Harum, pencegahan buangan limbah dalam kondisi berwarna atau dengan kadar limbah dibawah baku mutu langsung ke sungai atau selokan yang bisa berakibat buruk terhadap lingkungan akan kami laksanakan tanpa kompromi. Apalagi pabrik ini tidak memiliki sarana IPAL samasekali,” kata Dansektor 21.

Meski berkilah bahwa tidak ada limbah kimia dalam pabrik namun Dansektor 21 tetap pada peraturan yang ada bahwa setiap pabrik harus memiliki IPAL hingga akhirnya pengecoran berlangsung hari itu.

Sementara itu Nanang selaku Manajer Produksi menyatakan bahwa pihaknya mengaku bahwa tidak tahu bahwa pabrik yang tidak mengeluarkan limbah kimia harus memiliki IPAL. “Kami akan segera memperbaiki kondisi saat ini dengan mengitukti aturan yang telah ditentukan,” pungkas Nanang.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares