hari ini :

Home » Opini » Spesies Spesies Serangga Hama Penghancur Produksi Padi Gogo

Spesies Spesies Serangga Hama Penghancur Produksi Padi Gogo

Oleh :
Dr. Drs. Martua Suhunan Sianipar, MS (Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran)

EDUPUBLIK – Tanaman padi dengan nama botani Oryza sativa merupakan salah satu jenis tanaman pangan yaitu golongan rumput rumputan. Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) dan padi sawah. Padi gogo termasuk tanaman setahun. Pertumbuhan tanaman padi gogo terdiri dari tiga fase pertumbuhan yaitu fase vegetatif memerlukan waktu kurang lebih 60 hari, fase generatif (reproduktif) memerlukan waku 30 hari dan fase pemasakan memerlukan waktu 30 hari.Padi gogo merupakan budi daya padi di lahan kering yang sumber airnya tergantung pada curah hujan sementara padi gogo memerlukan air sepanjang pertumbuhannya. Rata rata curah hujan yang baik untuk pertumbuhan padi gogo adalah 200 mm/ bulan selama empat bulan berturut turut.

Upaya peningkatan produksi padi gogo selalu ada kendala yang menghadangnya seperti adanya gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) dimana salah satunya serangga. Serangga sering digunakan sebagai model dalam kajian ilmu pengetahuan, baik murni maupun terapan karena serangga memiliki keragaman yang tinggi baik dalam sifat sifat morfologi, fisiogi maupun prilaku adaptasi dalam lingkungannya dan banyaknya serangga yang terdapatdimuka bumi. Keragaman jenis adalah sifat komunitas yang memperlihatkan tingkat keanekaragaman jenis organisme yang ada didalamnya.

Didalam ekosistem alami semua mahluk hidup berada dalam keadaan seimbang dan saling mengontrol sehingga tidak terjadi ledakan serangga sebagai hama. Dilain sisi agro ekosistem memiliki keragaman biotik dan genetik yang rendah, keadaan yang tidakstabil yang selalu berubah ubah dikarenakan terutama oleh tindakan manusia sehingga berakibat dengan mudah terjadi peningkatan populasi serangga hama. Ada terdapat enam faktor yang menentukan derajat naik turunnya keragaman jenis serangga seperti waktu, heterogenis ruangan, kompetisi, pemangsaan, kestabilan iklim dan teknis budi daya. Keragaman komunitas akan bertambah sejalan dengan waktu. Semakin heterogen suatu lingkungan fisik maka akan semakin kompleks komunitas fauna dan mengikut akan semakin tinggi keragamannya. Selanjutnya semakin rendah tingkat kompetisi dalam suatu komunitas maka akan meningkatkan keragaman jenis faunanya. Disisi lain apabila intensitas pemangsaan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah akan meningkatkan dan menurunkan keragaman jenis serangga. Kestabilan iklim mempengaruhi juga keragaman jenis serangga dimana semakin stabil suhu, kelembaban, salinitas, pH dalam suatu lingkungan maka akan semakin tinggi keragaman jenisnya. Teknis budi daya oleh manusia cenderung akan menyebabkan rendahnya keragaman jenis serangga bila dibandingkan pada ekosistem alami.

Pada dasarnya dalam suatu ekosistem, tanaman merupakan produsen dan serangga pemakan tanaman sebagai konsumen pertamanya. Namun ,keberadaan serangga pemakan tanaman yang dibudidayakan, biasanya tidak dikehendaki karena kehadirannya dapat mengakibatkan kerugian bagi manusia. Setiap spesies serangga hama dapat menurunkan hasil panen yang berbeda beda dalam satu musim tanam. Kehilangan hasil panen padi di Indonesia akibat serangan serangga hama antara lain olehWereng mencapai 20 %, Walangsangit mencapai 50 %, hama putih palsu 20 %, penggerek batang 60 % dan hama lainnya sebanyak 5.30%.

Serangga pemakan tanaman yang disebut sebagai serangga herbivore biasanya disebut sebagai serangga hama. Serangga hama merupakan faktor penyebab utama dalam kehilangan hasil, baik secara langsung memakan jaringan tanaman atau sebagai vektor pathogen tanaman.

Berikut beberapa spesies serangga hama yang menyerang dan menghancurkan produksi padi gogo yaitu Penggerek Batang Padi ( Scirpophaga spp), Wereng hijau (Nephotettix virescens), Wereng Batang Coklat (Nilapar valugens), Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis), Lalat Bibit (Atherigona spp) Walang Sangit (Leptocorisa acuta) dan Belalang (Valanga sp), Ganjur (Orselia oryzae), lalat bibit (Hydrellia philippina). Dari hasil penelitian para ahli Entomologi seperti di Sukamulya (Sukabumi-Jawa Barat, 2011) dan di Jatisari (Karawang-Jawa Barat, 2012) ditemukan serangga hama yang menyerang dan merusak produksi padi gogo yaitu Atractomorpha spp (Belalang hijau), Dissosteira spp (Belalang batu), oxya spp (Belalang), Atherigonaspp (Lalat bibit), Cofana spp (Wereng putih), Graphocephala spp (Wereng), Nephotettix spp (Wereng hijau), Scotinophara spp (Kepinding tanah), Leptocorisaacuta (Walang sangit), Cnaphalocrocis spp (Penggulung daun) danScirpophaga spp (Penggerek batang), Recilia dorsalis (Wereng loreng), Acheta domesticus (Belalang Acheta). Domina sipopulasi serangga hama dilokasi percobaan adalah serangga hama Dissosteira spp (Orthoptera; Acrididae). Serangga ini merupakan serangga diurnal yang juga menyukai tanaman Sawi putih dan Wortel. Adapun serangga hama yang populasinya paling rendah di daerah percobaan adalah serangga hama Scotinophara spp (Hemiptera; Pentatomidae). Meskipun serangga hama Scotinophara spp populasinya didaerah ini paling rendah tapi seranggga ini adadimana mana di daerah dataran rendah, sedang maupun dataran tinggi. Kemudian dari penelitian para ahli Entomologi ditemukan musuh alami serangga hama padi gogo seperti Oxyopes spp, Conocepphalusspp, Cyrtorhinus spp, Harmonia spp, Cicindela spp, Ophionea spp, Agriocnemis spp, Netalia spp, Tetragnatha spp, Menochilus sexmaculatus, Paederus fuscipes (Tomcat), Zicrona caerulea (MSS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares