hari ini :

Home » Politics » Syamsul Bachri DPRD Jabar Prihatin Vaksinasi di Indramayu Dibawah 50 Persen

Syamsul Bachri DPRD Jabar Prihatin Vaksinasi di Indramayu Dibawah 50 Persen

EDUPUBLIK, Indramayu – Program vaksinasi di wilayah Kabupaten Indramayu kurang maksimal. Berdasarkan data dari Pikobar Jabar, tercatat hingga akhir Nopember 2021, tingkat vaksinasi masih di bawah 50%. Bahkan untuk Lansia, masih di bawah 20%.

Melihat kondisi tersebut, membuat Anggota DPRD Jawa Barat H. Syamsul Bachri S.H., MBA., prihatin dan mendorong pemerintah provinsi dan Pemkab Indramayu untuk lebih meningkatkan pelaksanaan vaksinasi.

Menurut Syamsul Bachri, rendahnya tingkat vaksinasi bisa disebabkan oleh beberapa hal, kesadaran masyarakat untuk divaksin Covid-19 masih kurang. Untuk itu diperlukan sosialisasi dan edukasi tentang manfaat vaksin bagi kekebalan kelompok (Herd Immunity).

Pemerintah Provinsi Jabar sudah menargetkan sampai akhir Desember 2021, minimal 80% warga Jawa Barat sudah divaksin. Namun, untuk di Kabupaten Indramayu masih jauh dari yang ditargetkan.

“Masih jauhnya target vaksinasi di Kabupaten Indramayu, selain masih kurangnya tingkat kesadaran masyarakat, dan keterbatasan stok vaksin,” kata anggota DPRD Jabar Dapil 12 Cirebon-Indramayu, Rabu (01/12/2021).

Dirinya menyebutkan, ada 12 anggota DPRD Jabar dari daerah pemilihan Jabar 12 Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil 12, dirinya mengajak anggota dewan Dapil yang sama agar terus memberikan edukasi dan mengajak masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Indramamyu.

Dikatakan Syamsul, Vaksin memang bukanlah obat, tetapi dengan vaksin dapat mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.

Selama belum ada obat yang defenitif untuk Covid-19, lanjutnya, maka vaksin Covid-19 yang aman dan efektif. Serta disiplin protokol kesehatan perilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak).

Selama ini, program percepatan vaksinasi di Kabupaten Indramayu, sudah dilakukan oleh Pemprov Jabar, Pemkab Indramayu juga dilakukan oleh TNI-Polri, Kejari dan partai politik dan berbagai organisasi kemasyarakat.

“Untuk mengejar target vaksinasi, harus berkolaborasi dalam melakukan percepatan vaksinasi. Itupun belum dapat dipastikan target 80 persen sampai akhir tahun 2021 dapat tercapai,” ungkapnya.

Syamsul menambahkan, jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, pemerintah pusat telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 secara Nasional termasuk juga di Indramayu.

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi penerapan PPKM Level 3, hal ini sebagai upaya menekan penyebaran covid-19 dan memutus mata rantai pandemi covid-19, baik di Jabar maupun di Kab.Indramayu, tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pikobar Kab Indramayu, yang disampaikan oleh Juru bicara vaksinasi Kab Indramayu Wawan Ridwan, bahwa target vaksinasi di Kabupaten Indramayu akan sulit terpenuhi. Hal ini mengingat stok vaksin belum mencukupi kebutuhan.

Saat ini distribusi vaksin COVID-19 ke Indramayu, dalam sepekan hanya berjumlah 20 ribu dosis, dengan jumlah tersebut tentu belum memenuhi kebutuhan yang ada. “Kita mendapatkan 20 ribu dosis per pekannya, jadi belum bisa memenuhi target.

“Untuk mengejar target, kita butuh setiap hari minimal 12 ribu vaksin yang dilakukan tanpa libur. Sedangkan sekarang hanya 20 ribu per pekan”, ujar Wawan.

Wawan juga menambahkan, sampai akhir November, belum mencapai 50 persen dari target 1,4 juta jiwa . Sedangkan cakupan vaksinasi lansia belum sesuai target karena hingga akhir November baru 20 persen, tuturnya.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares