hari ini :

Home » Politics » Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat Ingatkan Generasi Muda Terkait Peringatan Pemberontakan PETA 77 Tahun Lalu

Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat Ingatkan Generasi Muda Terkait Peringatan Pemberontakan PETA 77 Tahun Lalu

EDUPUBLIK, Kota Bandung – Pada 77 Tahun lalu yakni 14 Februari 1943 Tepatnya Hari ini di Blitar Jawa Timur, mahfumnya kita peringati peristiwa penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tak lain peristiwa 77 tahun lalu itu, dikenal sebagai Hari Pemberontakan Pembela Tanah Air atau PETA. Diketahui melalui PETA ini yang dibentuk 3 Oktober 1943 dianggap sebagai salah satu salah satu cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pasalnya, usai pembubaran PETA, rata-rata alumninya berperan penting dalam pembentukan TNI.

“Setahu kita munculnya pemberontakan PETA ini dipicu perlakuan kejam , penyiksaan tentara Jepang kepada penduduk Indonesia dalam tempo yang cukup lama. Intinya, penderitaan panjang bangsa Indonesia kala itu, memicu kesadaran komunal untuk bernegara dan berbangsa, tirulah daya juangnya,” kata Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat S.H., M.H Ketua DPRD Jabar melalui sambungan telepon (14/2/2022).

Sekedar info, pembentukan PETA dilakukan Panglima Tentara ke-16, Letjen Kumakici Harada, berdasarkan maklumat Osamu Seiri nomor 44 yang mengatur pembentukan PETA. Mulanya, pembentukan organisasi ini berasal dari surat perintah kepala Gunseikan (pemerintahan militer Jepang), Raden Gatot Mangkoepradja,. Dirinya mengizinkan bangsa Indonesia membantu Jepang di medan peran. Ini merupakan salah satu strategi Jepang agar dianggap peduli terhadap bangsa Indonesia.

Dibalik pembentukan PETA itu, rupanya memunculkan semangat patriotisme dan nasionalisme para pemimpin Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan. Meski tokoh-tokoh penting perjuangan Indonesia yang tergabung dalam PETA menunjukkan keberpihakannya pada Jepang di depan, namun mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Secara diam-diam mereka turut menyusun persiapan menunju kemerdekaa di belakang Jepang.

Diketahui tentara PETA memiliki sumbangsih besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh alumni PETA berjasa dalam sejarah pembentukan TNI, yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BPR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, dan Tentara Republik Indonesia (TRI).

“Sepatutnyalah generasi muda kita mengenang unsur heroisme para pendahulu ini dalam mengisi pembangunan dewasa ini. Ya, dengan daya juang yang kuat dan kompak,” jelas Taufik Hidayat sambal menyebutkan beberapa tokoh penting di antaranya Jenderal Besar TNI Sudirman (Panglima APRI), Jenderal Besar TNI Soeharto (Mantan Presiden Republik Indonesia ke-2), dan Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani (Mantan Menteri atau Panglima Angkatan Darat). [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares