hari ini :

Home » Edukasi » Universitas Pendidikan Indonesia Cegah Stunting Melalui GESIT

Universitas Pendidikan Indonesia Cegah Stunting Melalui GESIT

EDUPUBLIK – Mahasiswa Program Studi S3 Pendidikan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Perkuat Program Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui Project Based Learning Gerakan Sigap Stunting (GESIT) Di Desa Cikondang Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang

Mahasiswa Program Studi S3 Pendidikan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung telah melaksanakan Project Based Learning Gerakan Sigap Stunting (GESIT) melalui Kegiatan Penyuluhan Sosial dan Pelatihan Pengolahan Makanan Lokal Di Desa Cikondang Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang, Minggu, (17/12/2023).

Kegiatan ini bertujuan mendukung program pencegahan dan penanganan masalah stunting di Kabupaten Sumedang.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Wiwit Widiansyah, SST., M.Si., Irniyati Samosir, SST., M.PS.Sp.,. dan Nandang Susila, AKS. M.PS.Sp., (Mahasiswa S3 Penmas UPI sekaligus Dosen Pekerjaan Sosial pada Politeknik Kesejahteeraan Sosial (Poltekesos) Bandung.

Kegiatan PBL di Desa Cikondang ini didukung Dr. Asep Saefudin, M.Pd., selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Kebijakan dan Program Pendidikan Masyarakat, Program Studi S3 Penmas UPI Bandung, Indra Gianjar selaku Kepala Desa Cikondang, Masyarakat Desa Cikondang serta dibantu Mahasiswa Poltekesos Bandung yang telah menyelesaikan Praktikum Komunitas di Desa Cikodang.

Tim PBL melakukan serangkaian kegiatan Pendidikan berbasis Masyarakat berupa Penyuluhan Sosial untuk mendorong kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting (khususnya dalam pemenuhan Hak Anak), memberikan peningkatan kapasitas kepada para anggota masyarakat dalam mengolah bahan makanan lokal, serta melakukan pemetaan potensi diri dan keluarga di Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang.

Kegiatan PBL dirancang dengan muatan substansi 20 % teori dan 80 % praktik pencegahan dan penanganan stunting.

Kegiatan dibuka dengan sesi pemaparan, diskusi, role playing dan tanya jawab serta praktik Pengolahan Makanan Lokal dari bahan Ubi Ungu dan agar-agar menjadi makanan ringan dan bergizi.

Hadir pada kegiatan ini 20 orang yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa S3 Pendidikan Masyarakat UPI, Aparat Desa Cikodang, Kader PKK, Pendamping Sosial, Pelaku UMK dan Tokoh Masyarakat, serta Mahasiswa Poltekesos Bandung yang telah melaksanakan Praktikum Komunitas di Desa Cikodang Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang.

Koordinator Tim PBL, Wiwit Widiansyah mengungkapkan, kegiatan PBL ini tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi Mahasiswa, namun juga bentuk pengabdian masyarakat dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.

Pada kesempatan ini Wiwit Widiansyah menyampaikan, kemanfaatan dari PBL bagi Masyarakat antara lain:

1. Masyarakat mendapatkan pendampingan untuk merencanakan, melaksanakan program penanganan stunting serta memecahkan berbagai masalah stunting yang ada di masyarakat

2. Masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak untuk mendukung program pencegahan dan penanganan stunting

3. Masyarakat memperoleh pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan dalam penanganan stunting di desa serta

4. Terbentuknya kader-kader penanganan stunting di masyarakat (khususnya kader-kader wanita) yang tangguh dan mandiri sehingga terjamin kesinambungan penanganan stunting.

“Mari sama-sama kita dorong Gerakan Sigap Stunting atau GESIT agar anak terlindungi haknya melalui pemenuhan gizi anak dan ibu hamil sehingga masyarakat lebih sejahtera,” ujar Wiwit Widiansyah.

Pada kesempatan PBL ini, Irniyati Samosir selaku salah satu Tim PBL menyatakan, kegiatan Pelatihan Pengolahan Makanan Lokal tidak hanya membuka wawasan tentang potensi yang dimiliki oleh keluarga dan Masyarakat, tetapi lebih dari itu mampu mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah makanan lokal yang mudah, sehat dan bergizi guna mendukung tumbuh kembang anak dan ibu hamil.

“Pada akhirnya kegiatan pelatihan ini diharapkan memberi kemanfaatan yang luas dan berkelanjutan agar masalah stunting dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin,” kata Irniyati Samosir.

Irniyati Samosir menambahkan, tidak kalah pentingnya agar kegiatan berkesinambungan selain didukung oleh seluruh stakeholder di desa, juga diperlukan pembaharuan data permasalahan stunting dan potensi Masyarakat yang dapat dikembangkan.

Sedangkan Nandang Susila menambahkan, penting masyarakat menemu kenali potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya sosial untuk pencegahan dan penanganan stunting.

Project Based Learning Gerakan Sigap Stunting (GESIT) merupakan inovasi desa yang mendorong terciptanya keselarasan penanganan masalah kesejahteraan sosial yang diintervensi dengan pendekatan Pekerjaan Sosial dan Pendidikan Berbasis Masyarakat secara berkelanjutan melalui pendidikan dan pendampingan anak, keluarga dan komunitas, perubahan norma, nilai dan kebiasaan Masyarakat serta membangun kepedulian masyarakat.

Untuk mencapai memajukan kesejahteraan masyarakat melalui GESIT yang berkelanjutan, diperlukan aktivitas dan proses pembelajaran berbasis masyarakat yang berfokus pada pemahaman, kreativitas, komunikasi, dan penawaran yang unik serta inovatif untuk mengatasi masalah sosial stunting di tingkat desa.

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam PBL ini adalah Penyuluhan Sosial dan Pelatihan Pengolahan Makanan Lokal yang banyak terdapat di Desa Cikodang.

Project Based Learning Gerakan Sigap Stunting (GESIT) sebagai salah satu kegiatan pembelajaran Program S3 Pendidikan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung khususnya Mata Kuliah Kebijakan dan Program Pendidikan Masyarakat diharapkan dapat memenuhi standar kompetensi lulusan yang memiliki bekal pengetahuan, wawasan dan keterampilan kepada mahasiswa mengenai kebijakan, konsep manajemen, fungsi-fungsi dalam manajemen, perancangan layanan Pendidikan Masyarakat berbasis Masyarakat sesuai dengan standar operasional prosedur.

Asep Saefudin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mahasiswa S3 Prodi Pendidikan Masyarakat yang telah melakukan kegiatan PBL ini.

“Kita harapkan kolaborasi antara UPI dan Pemerintah Desa Cikondang bersama masyarakat ini tetap terus berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya di Desa Cikondang dalam pencegahan dan penanganan stunting,” kata Asep Saefudin.

“Saya harapkan Peserta Penyuluhan Sosial dan Pelatihan Pengolahan Makanan Lokal tetap semangat mengikuti pelatihan-pelatihan ini,” ujar Asep Saefudin.

Prodi S3 Pendidikan Masyarakat UPI, melalui konsistensinya dalam menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat), telah menjadikan kegiatan PBL Gerakan Sigap Stunting (GESIT) sebagai kegiatan strategis.

Tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di luar kampus, Prodi S3 Pendidikan Masyarakat UPI menjalin kolaborasi dengan mitra strategisnya untuk mendidik, melatih, dan mencetak tenaga kerja sosial yang professional.

Program Pencegahan dan Penanganan Stunting di Desa Cikodang dapat menjadi model penerapan Pendidikan berbasis masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya dan potensi lokal.

Tujuan utamanya adalah membangun desa secara mandiri, dengan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang kuat, sehingga angka stunting dapat ditekan dan anak-anak lebih sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Indra Ginanjar selaku Kepala Desa Cikodang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Tim PBL Mahasiswa S3 Pendidikan Masyarakat UPI Bandung dan Mahasiswa Poltekesos Bandung.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini selain adanya Mahasiswa Praktikum Komunitas dari Poltekesos Bandung dan juga kegiatan PBL Mahasiswa S3 UPI di Desa Cikodang, kami berharap masyarakat mendapatkan banyak pencerahan, pembelajaran dan juga pengalaman mengikuti pelatihan pengolahan makanan lokal guna pencegahan dan penanganan stunting,” kata Indra Ginanjar.

Indra Ginanjar menambahkan, warga masyarakat khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memerlukan bantuan dari para pegiat dan penggerak UMKM yang kompeten karena keterbatasan kemampuan SDM yang dimiliki Desa Cikodang.

“Banyaknya mahasiswa – mahasiswi dan Dosen yang datang ke Desa Cikodang menyumbangkan ilmunya, diharapkan dapat menambah wawasan kami khususnya, dan memberikan peningkatan kapasitas serta kemajuan bagi warga masyarakat Desa Cikodang,” pungkas Indra Ginanjar.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares