hari ini :

Home » Politics » Dandan Riza Wardana Ajak Semua Elemen Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya Nyoblos ke TPS

Dandan Riza Wardana Ajak Semua Elemen Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya Nyoblos ke TPS

EDUPUBLIK, Bandung – Rangkaian debat capres dan cawapres yang dilaksanakan oleh KPU RI telah selesai. Antusiasme masyarakat untuk menentukan pilihan semakin tinggi pasca dipaparkannya berbagai ide dan gagasan yang telah disampaikan masing-masing capres.

Tema debat capres pamungkas tersebut yakni kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia dan inklusi. Tema ini sangat menarik karena berkaitan langsung dengan layanan kebutuhan dasar masyarakat.

Forum ngaDandanan Bandung mengumpulkan utusan tiga pasangan calon, dan sebagai panelis dari paslon no urut 1 diwakili oleh Muhammad Farhan (Timnas AMIN), Hadi Gunadi (TKD Jawa Barat Prabowo-Gibran) mewakili paslon nomor urut 2 dan Hemasari (Relawan Ganjar – Mahfud) yang mewakili paslon nomor urut 3.

Ketua Forum Ngadandanan Bandung, Dandan Riza Wardana menyampaikan, indeks Pendidikan Kota Bandung pada tahun 2022 menempati peringkat ketiga di Jawa Barat sebesar 76,19%.

“Kota Bandung yang notabene sebagai salah satu kota Pendidikan dihuni beberapa kampus negeri dan swasta ternama, memiliki indeks Pendidikan di bawah Kota Bekasi dan Kota Depok,” katanya.

“Itu menunjukan masih belum meratanya sekolah-sekolah negeri di wilayah Bandung, dan menjadi kendala dengan sistem zonasi yang digunakan sekarang dalam penerimaan siswa baru. Kemudian pada ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung pada tahun 2023 menurun dari tahun sebelumnya menjadi 8,83%. Angka ini masih terbilang tinggi dibandingkan kota/kabupaten lain di Jawa Barat,” imbuh Dandan.

Dandan Riza Wardana juga menyoroti masih tingginya tingkat pengangguran di Kota Bandung dikarenakan masih minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan dibandingkan dengan angkatan kerja di Kota Bandung.

“Seharusnya para angkatan kerja meningkatkan keterampilan dan kompetensi kerja mereka dengan mengikuti pelatihan-pelatihan atau program yang dilaksanakan pemerintah seperti kartu pra kerja,” tuturnya.

Pelayanan kesehatan, menurut Dandan, menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Program yang diberikan pemerintah seperti KIS, BPJS, Jamkesmas/Jamkesda merupakan pemenuhan kebutuhan masyarakat di bidang Kesehatan. Dandan Riza Wardana menemukan masih banyaknya program yang diberikan dari pemerintah terkait Kesehatan tidak tepat sasaran.

“Seharusnya dengan kemajuan teknologi informasi dapat mempermudah akses dalam pendataan penduduk yang berhak mendapatkan bantuan pemerintah, serta mengsosialisasikan program-program pemerintah yang bersentuhan langsung bagi masyarakat,” beber Dandan.

“Semoga substansi dari diskusi debat capres terakhir ini dapat berdampak pada pembangunan di daerah khususnya Kota Bandung. Tanggal 14 Februari nanti, saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bandung berbondong-bondong datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Jangan golput ya karena 1 suara itu menentukan nasib bangsa dan negara ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, relawan Ganjar-Mahfud, Hemasari Dharmabumi mengatakan jika tema debat yang diangkat sangat menarik namun tidak aemua capres menguasai data dan materinya.

“Debat capres terakhir ini cukup seru ya, karena ada capres yang hanya taunya jargon saja. Tapi ada capres yang memang betul-betul menguasai materi yang jadi topik debat,” kata Hemasari.

Menurutnya, penguasaan materi yang dibahas dalam debat ini berdasarkan pengalaman. Karenanya tidak semua capres paham apa yang disampaikan.

“Kita bicara fakta ya. Semua yang disampaikan ini harus berdasarkan data dan pengalaman tentunya. Jadi menurut saya ketika bicara pengalaman, kita lihat sendiri tadi siapa yang paling menguasai,” ujarnya.

Dikatakan Hemasari, data-data itu penting bagi seorang pemimpin untuk memahami permasalahan yang dihadapi masyarakatnya.

“Ketika pemimpin menguasai data-data maka ia tentu paham apa yang terjadi di masyarakat. Dirinya akan tahu harus apa dan bagaimana solusinya. Saya kira yang paling menguasai adalah pak Ganjar karena hanya dia satu-satunya capres yang secara detail menjelaskan sesuai tema debat,” ucapnya.

Berangkat dari pengalaman, lanjut Hemasari, ia yakin jika Ganjar Pranowo adalah yang paling pas dalam memimpin Indonesia selanjutnya.

“Saya bukan kader partai, tidak tergabung di partai manapun tapi saya melihat sosok Ganjar Pranowo ini paling pas jadi Presiden. Dirinya cukup berhasil memimpin Jawa Tengah dalam beberapa kategori seperti penurunan stunting, peningkatan pendidikan dan memajukan kesejahteraan,” tuturnya.[rls]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

shares