hari ini :

Home » Lingkungan » Para Dansektor Satgas Citarum Harum, Giat Vicon di Posko Sektor 21

Para Dansektor Satgas Citarum Harum, Giat Vicon di Posko Sektor 21

EDUPUBLIK, Cimahi – Pada giat acara Video Conference dengan Dinas Lingkungan Hidup Provisnsi Jawa Barat, para Dansektor satgas Citarum Harum, BBWS, serta MARVEST dari Kementrian Maritim mengenai alokasi dana Loan dari luar negeri untuk membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) telah berlangsung di Aula Serbaguna Posko Sektor 21 yang beralamat di Taman Hutan Kehati Kp. Cimenteng Rt. 05 Rw. 18 kelurahan Cipageran kecamatan Cimahi Utara, kota Cimahi pada Rabu (01/07/2020) dari pukul 09.00 hingga 12.15 wib.

“Kami malu kepada masyarakat karena janji-janji yang telah diberikan oleh BBWS dan pemerintah melalui kami hingga saat ini PHP terus,” kata Kolonel Inf. Yusep Sudrajat saat menyampaikan permasalahan yang ada di wilayah sektornya dalam rapat Video Conference (Vicon) di Aula Serbaguna Posko Sektor 21 di Cimahi.

Para Dansektor yang ikut dalam Vicon tersebut adalah Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.I.P., M.Si., Dansektor 02 Kolonel Inf Mulyono Hari Santoso, Dansektor 08 Kolonel Inf Belyuni H., S.Sos, Dansektor 09 Kolonel Inf Dadang Rahadiansyah, Dansektor 12 Kol Kav Purwadi, S.Sos, Dansektor 14 Kolonel Czi Raflan, S.I.P., M.M., Perwakilan dari sektor 15 Lettu Arm. Agus., Dansektor 16 Kolonel Czi Sajad Mawardi, Dansektor 17 Kolonel Inf Solapide Dolok Saribu, S.Sos. dan para wartawan Sektor 21.

Dalam rapat tersebut dibicarakan mengenai rencana Dansatgas Citarum Harum yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa sempadan sungai dan oxbow dengan dana yang didapat dari bantuan luar negeri sebesar 4 trilyun rupiah.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa hingga saat ini beberapa perencanaan yang telah dibuat oleh pemerintah dalam rangka pengelolaan sampah masih banyak yang belum terealisasi. Hal tersebut membuat para Dansektor yang langsung turun ke lapangan dan berinteraksi dengan warga setiap harinya merasa malu karena apa yang telah dipersiapkan warga untuk merealisasikan janji pemerintah malah tidak terwujud sampai saat ini.

“Kami berharap pihak yang berwenang terhadap penggunaan lahan di bantaran sungai yaitu BBWS memberi izin untuk membangun tempat pengelolaan sampah,” kata Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat. “Bahkan supaya tidak sulit keluarkan surat keterangan agar kami bisa mengeksekusi penggunaan lahan dibantaran sungai,” lanjutnya.

Dansektor juga menceritakan kondisi disalahsatu Subsektornya dimana satgas TNI telah membongkar hingga ratusan rumah di bantaran sungai namun tidak ada tindak lanjut lagi karena BBWS tidak memberi izin penggunaan bantaran. “Kondisi seperti ini jelas membuat kami jadi serba salah,” ujar Dansektor 21.

Sementara itu beberapa Dansektor juga mengeluhkan hal yang sama bahwa dalam konteks pembangunan yang sarana yang telah direncanakan oleh oleh pemerintah ternyata hingga saat ini masih banyak yang belum terealisasi. Pukul 09.00 WIB – 11.50 WIB kegiatan rapat inventarisasi lahan di sempadan sungai Cirarun serta 66 lokasi lainnya yang dapat dipergunakan sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dimulai Melalui Video Conference.

Prima Mayaningtias yang pada hari itu mendapat kenaikan jabatan dari Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat menjadi moderator acara Vicon dan mendengar langsung permasalahan yang ada di lapangan melalui para Dansektor. “Saya sudah catat semua permasalahan yang ada dan akan kita tampung,” pungkasnya.[red/bn]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*