hari ini :

Home » Lingkungan » Sidak Oleh Dansektor VII Kepada PT Aronika Jaya Tekstil

Sidak Oleh Dansektor VII Kepada PT Aronika Jaya Tekstil

EDUPUBLIK, Kab Bandung – Sektor VII Satgas Citarum Harum dibawah garis Komando Kolonel Kav Purwadi, bersama Asep Kusnadi Kades Cangkuang Wetan kecamatan Dayeuhkolot kabupaten Bandung, melakukan pemeriksaan operasional dan pengolahan limbah PT Aronika Jaya Textile, Selasa (25/8/2020) terkait izin perusahaan dan lingkungan serta menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

Dijelaskan Kolonel Kav Purwadi kepada,” Hari ini Satgas VII melaksanakan pemeriksaan terhadap operasional dan pengolahan limbah di PT Aronika Jaya Textile yang berada di Cangkuang Wetan”,Ucapnya.

Lanjut Dansektor VII, “Kami tadi sudah keliling pabrik ini, dimana ada kegiatan produksi yaitu dying dengan printing, dan kami temukan di tempat ini ada printing pengolahan limbah belum di olah tetapi pihak perusahaan langsung membuang limbah ke MCAB Cisirung”.

“Kemudian setelah kami periksa administrasinya pabrik baru ini, memang masih menggunakan pabrik Indoevrest dan bukan administrasi manajemen pabrik baru PT Aronika Jaya Tekstil Seharusnya pabrik ini dilengkapi dulu struktur organisasinya, baru merencanakan produksi.” Jelasnya.

Masih menurut Dansektor VII,” Kami tadi juga memberi arahan, biar supaya ditindaklanjuti, terjadinya proses administrasinya pengolahan treatmentnya, sehingga bisa memenuhi ijinnya, ijian lingkungan dari kabupaten sudah keluar tapi untuk pengolahannya belum, makanya kami mau mempertanyakan kenapa keluar ijinnya harusnya semua persyaratan dipenuhi dulu baru ijin keluar”.

“Belum terlihat pelanggaran, cuma memang outletnya tadi saya lihat belum di pretretmen karena memang kontrak dengan MCAB belum, dan belum jelas, belum jelas tergambar di kontraknya karena dia masih pakai kontrak PT Indo Everest yang lama, tapi kalo ini udah ganti nama maka harus diperbarui”,Katanya.

Dilain pihak Kepala pabrik PT Aronika Jaya, Eka mengatakan,”Pabrik ini baru proses berjalan 2 bulan, selama 2 bulan ini memang pabrik tidak berjalan full, mungkin kadangkala seminggu sekali, memang prasarananya belum lengkap kemudian bahan bakunya juga belum tersedia cukup, sementara limbah yang experienting itu ditampung dalam satu bak besar kemudian overflow di tampung di bak penampungan untuk dikirim ke MCAB”,ujarnya.

Pada kesempatan lain, Dedi Kusnadi Kades Cangkuang Wetan, Menyampaikan, “Intinya saya sangat mendukung sekali apa yang ditempuh Dansektor VII yang jelas dari kewilayahan kami, bahwa semua proses aturan harus di tempuh, agar tertib administrasi semuanya, jadi saya terimakasih sekali bisa di libatkan dalam rangka ikut kontrol ke perusahaan yang ada di sekitar, karena sebelumnya belum pernah, hari ini Alhamdulillah ada ilmu baru dan wawasan baru sehingga saya lebih tegas lugas dan bijak dalam menyikapi persoalan yang ada” ungkapnya.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*