EDUPUBLIK, Kabupaten Bandung — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Tia Fitriani, melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Desa Nengkelan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya implementasi sembilan program unggulan Gubernur Jawa Barat di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Tia menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog langsung dengan para kepala desa dan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya pengawasan bersama terhadap program unggulan, salah satunya program Kota Ditata, Lembur Diurus, agar pelaksanaannya benar-benar dirasakan hingga tingkat desa.
“Di periode ketiga ini saya ingin terus bersentuhan langsung dengan persoalan di desa. Pengawasan ini penting agar kita bersama-sama mengawal program unggulan gubernur, apakah benar-benar berjalan sampai ke tingkat desa,” ujar Tia.
Ia mengakui, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala, terutama akibat keterbatasan fiskal dan penyesuaian kebijakan yang berdampak pada pengurangan anggaran di beberapa sektor. Kondisi tersebut, menurutnya, kerap menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat dan berdampak pada kepala desa sebagai ujung tombak pembangunan.
“Banyak keluhan terkait pengurangan anggaran yang mengganggu perencanaan program. Kehadiran saya ingin belanja masalah agar setiap program pembangunan bisa kita kawal bersama sehingga tepat sasaran,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Tia meninjau pelaksanaan sejumlah program prioritas, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan hingga pelosok desa dan kawasan permukiman, pembangunan jaringan irigasi pertanian, serta penguatan ekosistem ekonomi pertanian berbasis organik yang terintegrasi dengan sektor kehutanan, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Di bidang pendidikan, ia menyoroti pengembangan pendidikan berkarakter, pelaksanaan program SMA/SMK gratis, serta penambahan ruang kelas baru guna menjaga keseimbangan daya tampung sekolah negeri di jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.
Sementara pada sektor kesehatan, pengawasan difokuskan pada peningkatan layanan rumah sakit umum daerah (RSUD), termasuk penambahan layanan spesialis kesehatan ibu dan anak, jantung, cuci darah, kanker, hingga penanganan stroke dengan fasilitas bedah. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan layanan yang selama ini terpusat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Selain itu, Tia juga mendorong peningkatan kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa, RT/RW, linmas, kader PKK, kader Posyandu, serta guru agama dan ajengan, seiring penguatan pembangunan desa berbasis kearifan lingkungan dan transformasi birokrasi.
Menurutnya, keberhasilan program pembangunan tidak hanya diukur dari serapan anggaran, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Ia juga menyampaikan kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah mengalami tekanan sehingga berdampak pada penyesuaian sejumlah program strategis.
Masukan dan aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan tersebut, lanjut Tia, akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bahan evaluasi dan penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Nengkelan U. Saefulah, Ketua Abdesi Kecamatan Ciwidey, Ketua BPD Nengkelan, para kepala desa se-Kecamatan Ciwidey, unsur relawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Nengkelan berharap adanya penyesuaian kebijakan anggaran desa ke depan serta dukungan berkelanjutan terhadap pembangunan desa. Ia juga mengapresiasi konsistensi Tia Fitriani yang dinilai rutin turun langsung menyapa masyarakat.[red]
EDUPUBLIK JABAR Mencerdaskan Bangsa
