EDUPUBLIK, Cimahi – Sebelumnya dua perusahaan di Cimahi kedapatan membuang limbah yang keruh langsung ke sungai hingga akhirnya diputuskan lubang pembuangan limbah kedua perusahaan tersebut ditutup oleh Satgas Citarum Sektor 21.Namun kedua perusahaan tekstil tersebut yaitu PT. Ayoe Indotama Textile dan PT. Matahari Jaya Sentosa 2 hari ini, Minggu, 24 Juni 2018, meminta dan berharap Satgas Citarum Sektor 21 dibawah komando Dansektor Kol Inf Yusep Sudrajat agar bersedia membuka tutupan (Coran) lubang pembuangan limbah pabrik mereka.
Mewakili pimpinan perusahaan PT. Ayoe Indotama Textile, Ardhani Wanto mengaku setelah lubang pembuangan limbah ditutup oleh Satgas 21, pihaknya langsung melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap IPAL-nya. Mulai dari penambahan tinggi dinding outlet limbah, penambahan kapasitas penampungan cairan pengolahan kimia, hingga penambahan qualifier.
“Ada beberapa evaluasi yang telah kami lakukan, kami sangat mendukung program Citarum dalam mengembalikan kelestariannya, kami akan berkomitmen akan terus melakukan evaluasi ulang berkala terhadap IPAL yang kami miliki,” jelas Ardhani kepada Dan Sektor 21.
Hal yang hampir sama juga dikatakan Presiden Direktur PT. Matahari Sentosa Jaya 2, Sung Chung Yao yang didampingi staff dan konsultan IPAL pabrik saat bertemu Komandan Sektor 21, bahwasanya, kata Sung Chung Yao yang diwakili staffnya, selama ini perusahaannya hanya menggunakan pengolahan IPAL secara biologi, dan hanya mengacu pada baku mutu. Namun dirinya juga mengakui jika pengolahan limbahnya belum maksimal dan berencana akan membangun pengolahan IPAL yang lebih baik. Karena dengan alasan beberapa tahun kebelakang mengalami penurunan produksi, kata Sung Chung Yao, perbaikan itu belum terlaksana. Hingga akhirnya dilakukan penutupan lubang limbah oleh Satgas Citarum, akhirnya pihak pabrik bergerak cepat membenahi pengolahan limbahnya.
“Dalam dua minggu, instalasi kimia dan fisika rampung dikerjakan. Semoga hasil limbah yang dikeluarkan sudah menjadi lebih jernih,”
Komandan Sektor 21, Kol Inf Yusep Sudrajat sejatinya akan bersedia membuka tutupan (Coran) lubang pembuangan limbah pabrik manakala pihak pabrik mau berkomitmen untuk tidak lagi membuang limbah tanpa proses IPAL yang benar, sehingga limbah yang dikeluarkan aman bagi ekosistem sungai.
“Saya menyambut baik keinginan mereka, artinya mungkin mereka (pihak pabrik) sudah melakukan pembenahan pengolahan limbahnya sebelum mengajukan untuk dibuka penutup (coran) lubang pembuangan limbahnya,” ujar Dan Sektor 21.
Yusep juga meminta agar pabrik jangan kucing-kucingan lagi, sebab, kata Yusep, tim Satgas Citarum selalu memantau setiap pabrik pembuang limbah yang mencemari anak sungai Citarum. Dirinya juga menghimbau kepada pabrik yang masih membuang limbah yang tidak sesuai, “pasti suatu saat akan kami temukan, kami tidak akan segan segan menutup lubang pembuangan limbah mereka,” tegasnya.
Yusep dihadapan Presiden Direktur PT. Matahari Sentosa Jaya 2. Dengan tegas mengatakan,“Sekali lagi, saya disini (Satgas Citarum) tidak akan membunuh pengusaha, hanya saja untuk mensukseskan program Citarum, diharapkan perusahaan memiliki kesadaran segera memperbaiki pengolahan IPAL nya, itulah bentuk kerjasama dalam mendukung program percepatan pengendalian DAS Citarum,” ungkapnya.[sa]