REPUBLIKAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menjalankan Kebijakan Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) untuk jenjang pendidikan menengah. Program ini bertujuan menekan angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan, khususnya dari keluarga kurang mampu atau rentan putus sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, menyebut kebijakan ini berlandaskan Keputusan Gubernur Jabar Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 jo. Nomor 421.3/Kep.346-Disdik/2025. Aturan tersebut mengatur teknis pencegahan anak putus sekolah, sejalan dengan amanat UUD 1945 dan UU Sistem Pendidikan Nasional.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 mencatat, selama periode 2023–2025, terdapat 66.385 siswa SMA/SMK putus sekolah dan 133.258 lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan, total 199.643 anak.
Tahun ini, dari 834.734 lulusan SMP/MTs di Jabar, sebanyak 564.035 mendaftar ke SMA/SMK negeri. Namun, kapasitas hanya 306.345 siswa, meninggalkan 257.690 calon siswa tanpa tempat. Jika ditambah siswa yang sebelumnya putus sekolah, jumlahnya mencapai 528.389 anak.
Melalui PAPS, sekolah negeri diperbolehkan menambah hingga 50 siswa per rombel, menambah kapasitas sebesar 113.126 siswa. Meski demikian, jumlah penerimaan melalui PAPS hanya 46.233 orang, sehingga masih ada 461.348 siswa yang diarahkan ke sekolah swasta, madrasah aliyah, atau pendidikan nonformal.
Purwanto menegaskan PAPS bukan ancaman bagi sekolah swasta, meski Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Jabar sempat mengungkapkan kekhawatiran kehilangan siswa baru.
“Kami paham kekhawatiran ini. Tapi prioritas kami adalah memastikan semua anak bisa sekolah. Sekolah swasta tetap bagian dari solusi,” katanya, Jumat (8/8/2025).
Untuk mendukung peran sekolah swasta, Pemprov Jabar menyalurkan Hibah Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) bagi SMA/SMK/SLB swasta, dengan pengawasan ketat agar bantuan tepat sasaran.
“Kebijakan ini adalah bentuk perlindungan hak anak Jawa Barat. Kami mengajak semua pihak bersinergi membentuk generasi berkarakter panca waluya,” ujar Purwanto.[red]
EDUPUBLIK JABAR Mencerdaskan Bangsa
