hari ini :

Home » Edukasi » Sekdisdik Jabar: Jabatan Bukan untuk Diramaikan, Tapi Diresapi dan Dijalankan dengan Amanah

Sekdisdik Jabar: Jabatan Bukan untuk Diramaikan, Tapi Diresapi dan Dijalankan dengan Amanah

EDUPUBLIK, Kota Bandung –  Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar diramaikan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Administrator dan Pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat, yang berlangsung di Ruang Oproom Kantor Disdik Jabar, Selasa (2/9/2025).

Dalam sambutannya, Sekdisdik menekankan pentingnya kesadaran dalam menjalankan jabatan yang diemban.

“Jabatan itu bukan untuk diramaikan, tetapi untuk direnungkan dan pastikan kita siap menjalankan amanah,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, Deden menjelaskan bahwa jabatan harus dipandang dari tiga sudut:

Sebagai Anugerah:
“Tidak semua orang bisa menduduki jabatan tersebut. Kalau kita memandangnya sebagai anugerah, maka hal pertama yang kita ucapkan adalah bersyukur kepada Tuhan,” ungkapnya.

Sebagai Ujian:
“Ketika kita menjabat, itu adalah ujian. Apakah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik atau sebaliknya. Jika tidak berubah menjadi lebih baik, berarti kita tidak lulus ujian,” lanjutnya.

Sebagai Amanah:
“Ini yang paling berat. Karena amanah itu akan dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Apa pun yang kita kerjakan harus amanah,” tegas Deden.

Acara Sertijab ini diikuti oleh tujuh pejabat administrator dan pengawas yang melaksanakan rotasi jabatan, yaitu:

Made Supriatna, S.Pd., M.Si.

Dr. Hj. Widhy Kurniatun, S.T., M.Si.

Riesye Silvana

Dr. Ervin Aulia Rachman, S.E., M.Si., M.Ed.

Rina Parlina, S.I.P, M.M.

Dwi Yanti Estriningrum, S.Sos., M.Pd.

Maksum Kosasih, S.Kom., M.M.

Rotasi dan mutasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran serta peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Sekdisdik juga mengingatkan bahwa setiap rotasi jabatan bukan hanya sebagai formalitas struktural, melainkan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dibalas dengan kinerja yang optimal, integritas, serta pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Jabatan adalah alat untuk melayani, bukan untuk dilayani,” tutupnya.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*