
EDUPUBLIK, Kab Bandung – Pada titik ketiga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Tia Fitriani menggelar Reses ll Tahun Sidang 2020-2021 menyambangi warga, bertempat di kampung Los Cimaung Rt.04 Rw.18 desa Margamukti kecamatan Pengalengan kabupaten Bandung, Rabu, (3/3/2021)
Kegiatan reses tahun sidang 2020-2021 Tia Fitriani di titik ketiga ini dilaksanakan tetap dengan mematuhi protokol kesehatan Covid 19.
Hadir pada reses tersebut kepala desa Margamukti H Odang Kusnadi, Damar tokoh pemuda Tani, tokoh masyarakat, ketua RW, RT, dan para kader partai Nasdem serta tim Dulur Satia.

Dalam sambutannya kepala desa Margamukti mungucapkan”,
walaupun dalam keadaan gerimis, ini tidak menyurutkan semangat kita untuk mengikuti reses ibu Tia Fitriani untuk menyerap aspirasi masyarakat, ibu dewan ini sangat luar biasa dapat hadir untuk reses lagi disini, bagi kami ini menjadi kehormatan juga bagi desa Margamukti, mudah mudahan reses ini bermanfaat untuk warga Margamukti dan untuk kemajuan kita semua dan untuk mendorong apa yang menjadi keinginan dan aspirasi kita bersama”, ungkapnya.
Tia Fitriani juga selaku ketua fraksi Nasdem Persatuan Indonesia Jabar saat reses mengatakan, “Disini saya sangat mengapresiasi anak muda yang mau dan melakukan usaha dibidang pertanian, kita dapat melihat disini petani muda atau melinila yang hari ini sangat sukses, Damar (27) yang mewakili semangat anak muda disini sudah mau turun untuk menjadi petani”,ujarnya
Lanjut Tia”Disini sudah ada anak anak muda seperti Damar yang sudah berhasil di bidang pertanian, justru saya dalam reses ini ingin mendengar jatuh bangunnya dalam usahanya dalam bidang pertanian, ini menjadi angin segar dan inspirasi bagi kita semua, dan juga sesuai dengan program gubernur Jawa Barat yaitu program petani milenial”,Ujarnya.
Masih kata Tia “Kang Damar sudah banyak membuka peluang kerja bagi para petani muda disini, kedepannya semoga akan terus berkembang dan maju,”jelasnya
“Dan Insya Allah kalo ingin ekspor nanti kita upayakan dan suport untuk dipertemukan dengan eksportir yang di tunjuk oleh pemerintah, memang dimasa pandemi covid 19 ini dari semua sektor hanya pertanian yang masih bertahan”, pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama ketua kelompok Petani Melanial Banyu Biru farm, Damar, mengatakan”, Dengan adanya reses ini kami berharapan ketika panen sayuran itu melebihi kapasitas kita merencanakan untuk ekspor dengan harapan ini kita dapat mengurus perizinan terutamanya agar lebih dipermudah dan dari segi permodalan juga, karena tanpa modal kita juga akan susah mendapatkan atau mengembangkan potensi di desa kami”, tuturnya.[red]
EDUPUBLIK JABAR Mencerdaskan Bangsa
