hari ini :

Home » Politics » Legislator Jabar Tia Fitriani Gelar Reses 1 Tahun 2019-2020 Di Desa Ciheulang

Legislator Jabar Tia Fitriani Gelar Reses 1 Tahun 2019-2020 Di Desa Ciheulang

EDUPUBLIK, Kab Bandung – Banyaknya warga masyarakat yang antusias ingin mengikuti gelaran reses 1 tahun anggaran 2019-2020 anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Nasdem Dra Hj. Tia Fitriani, hingga tempat yang disediakan pun tidak cukup menampung warga yang hadir, giat tersebut dilaksanakan di GOR Desa Ciheulang jalan Mbah Konom kampung Nyalindung Kecamatan Ciparay kabupaten Bandung, Rabu ( 11/12/2019 ).

Pada kegiatan reses tersebut turut hadir tuan rumah yaitu kepala desa Ciheulang Rubby Nur Habibie juga para kepala desa se Kecamatan Ciparay, Tokoh Agama Kecamatan Ciparay yang juga merupakan pimpinan pondok pesantren Al Husaeni Ciheulang KH Rahmat, tokoh masyarakat Ciheulang H. Edi Kusnadi, para ketua RW dan RT, para pengurus Kecamatan/ desa Partai Nasdem, Garnita NasDem, dan dulur Satia.

Dalam sambutannya Kepala Desa Ciheulang Rubby Nur Habibi meyambut baik dan mengafresiasi dengan adanya reses anggota Dprd Provinsi Jawa Barat dari Partai Nasdem Dra Hj Tia Fitriani.

”Dan Ini merupakan jembatan untuk menyampaikan aspirasi seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian maupun Infrastruktur wilayah Desa Ciheulang, Hal tersebut bermuara kepada peningkatan ekonomi masyarakat. Ungkap Kades Ciheulang.

Diakhir samby Rubby Nur Habibie berharap semoga dengan hadirnya anggota DPRD provinsi Jabar dari Partai NasDem dapat melihat maupun mendengar dengan kondisi wilayah Desa Ciheulang yang benar benar perlu dibantu. kata Rubby

Pada kesempatan reses ini, Dra Hj Tia Fitriani mengatakan ini merupakan reses pertama kalinya pada periode ke 2 ( 2019 – 2024 ) sebagai legislator. Sedangkan kegiatan reses ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus menampung aspirasi masyarakat (konstituennya) di daerah pemilihannya yaitu Kabupaten Bandung ( Jawa barat 2 ).

Masih menurut Hj Tia Fitriani pada reses kali ini banyak sekali aspirasi masyarakat seperti tentang masalah pendangkalan sungai, Bumdes yang dikelola pihak luar, dan dikeluhkannya pelayanan kesehatan dimana rumah sakit milik pemerintah yang menolak pasien BPJS.

“Tidak itu saja , ada juga menyampaikan asfirasi dimana masyarakat terjerat oleh bank, hal ini di karenakan susahnya akses permodalan”, Ujarnya

”ada 9 program prioritas dari pemerintah provinsi Jawa Barat, salah satunya adalah pengembangan produk unggulan di setiap desa, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan ini semua program yang baik harus kita perjuangkan dan kawal bersama sama, agar dapat sampai sasaran dan terealisasi”,Ungkap Tia Fitriani.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*