EDUPUBLIK, Kabupaten Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem, Dra. Hj. Tia Fitriani, kembali menyapa masyarakat di daerah pemilihannya dalam agenda Reses Masa Sidang I Tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut digelar di Rancabolang, Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Kamis ( 27/11/2025).
Kehadiran Tia Fitriani disambut hangat oleh para sesepuh, tokoh masyarakat, warga Desa Sugihmukti, serta tamu undangan. Turut hadir Manajemen PTPN Rancabolang yang diwakili Asisten Afdeling, Dede Hidayat, dan perwakilan Pemerintah Desa Sugihmukti.
Dede Hidayat menyampaikan bahwa kedatangan Tia Fitriani menjadi kesempatan bagi masyarakat dan pekerja perkebunan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, termasuk perbaikan jalan, sarana pendidikan, hingga kekurangan fasilitas perusahaan.
“Kami jarang sekali didatangi anggota dewan ke wilayah terpencil seperti ini. Kehadiran Ibu Tia sangat kami harapkan untuk membantu menjaga aset dan keberlangsungan perusahaan, karena perkebunan ini banyak menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Dede.
Ia berharap dukungan dari DPRD Jabar dapat memperkuat posisi perkebunan yang saat ini menghadapi berbagai tantangan.
Perwakilan Pemerintah Desa Sugihmukti turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi Tia Fitriani yang kerap hadir di wilayah tersebut.
“Ibu Tia ini memang anggota dewan yang sangat peduli pada warga Sugihmukti. Kami berharap beliau terus memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Tia Fitriani: Reses Adalah Momentum Berharga untuk Mendengar Aspirasi
Dalam sambutannya, Tia Fitriani mengungkapkan rasa syukurnya dapat bertemu langsung dengan warga meski acara sempat tertunda beberapa jam.
“Reses adalah kesempatan mahal bagi saya untuk bertatap muka dan mendengar langsung aspirasi masyarakat,” ujar Tia.
Ia kemudian memaparkan sejumlah program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di antaranya:
Pembangunan Infrastruktur, Tia menjelaskan bahwa sebagian anggaran, termasuk anggaran PKK dan Posyandu, dialihkan untuk pembangunan infrastruktur sebagai upaya mewujudkan Jawa Barat sebagai provinsi termaju.
Pencegahan Stunting, Ia mengajak ibu hamil rutin memeriksakan kandungan ke posyandu agar terhindar dari risiko stunting. “Gubernur Jabar berkomitmen mewujudkan Jabar bebas stunting,” tambahnya.
Program Penanggulangan HIV/AIDS, Tia menyoroti kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan sehingga kasus HIV masih ditemukan di beberapa wilayah.
Penurunan Tingkat Pengangguran melalui Aplikasi Nyarigawe, Menurutnya, Jawa Barat menempati posisi ketiga tingkat pengangguran tertinggi nasional. Untuk itu Pemprov Jabar meluncurkan aplikasi Nyarigawe yang menghubungkan warga dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Bijak Bermedia Sosial, Tia mengimbau masyarakat menggunakan media sosial secara bijak agar tidak terjerat UU ITE akibat penyebaran informasi yang tidak benar.
Pengembangan Wisata Perkebunan, Pemprov Jabar, lanjut Tia, mencita-citakan wilayah perkebunan menjadi spot wisata potensial yang dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat.
Menutup kegiatan, Tia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga dan pihak PTPN Rancabolang akan dibawa ke tingkat provinsi untuk diperjuangkan melalui mekanisme kebijakan yang relevan.[R]
EDUPUBLIK JABAR Mencerdaskan Bangsa
