
EDUPUBLIK, Kab. Bandung – H. Jeje Wiradinata Bupati Pangandaran disela-sela perjalanan dinas dari ibukota Jakarta ke tempat asalnya, pada Senin, 23 Juni 2020 menyempatkan diri mengunjungi kawan lamanya yang tinggal di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung. Siapa lagi kalau yang ditemuinya, tak lain pegiat lingkungan dan budaya Eka Santosa selaku Ketua Umum DPP Gerakan Hejo.
“Kang Eka ini senior saya, dimata kami ya di antaranya dikenal sebagai Panglima pemekaran DOB (Daerah Otonomi Baru) Pangandaran. Kali ini kami berdua berusaha mencari titik temu, fokusnya bagimana membangun Pangandaran ke depan agar lebih intensif lagi,” ujar Jeje Wiradinata sambil menambahkan –“Persoalan lingkungan hidup utamanya sebagai daerah tujuan wisata di Kabupaten Pangandaran dalam 10 tahun terakhir, perlu lebih serius perbaikannya. Nah Kang Eka yang paham soal ini perlu kita bina lagi sebagai mitra strategis.”
Pada pihk lain Eka Santosa selaku tuan rumah yang baru saja mengalami musibah terbakarnya Aula Balegede di Kawasan Alam Santosa pada 9 Juni 2020 lalu, tak urung pada pertemuan kali ini tamunya sempat memberikan simpati atas kejadian ini.
“Semoga saja dengan musibah ini Gerakan Hejo dan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, mampu bangkit kembali dengan segera. Harapannya, memiliki gedung ikonik Jabar yang lebih representatif,” tambah Jeje Wiradinata.
Kepada para pegiat media, Jeje Wiradinata sempat menjawab perihal dirinya akan maju sebagai incumbent pada Pilkada 2020 Kabupaten Pangandaran yang akan berpasangan dengan figure dari unsur birokrat:
”Tentu insya Alloh akan maju saya. Bila ditanya apa kemajuannya atau apa modal dasarnya? Akan subyektif, tentunya. Bagi saya terpenting selama periode saya memimpin sudah terlihat beberapa kemajuan dalam hal IPM (Indek Pembangunan Manusia), Pendidikan, kesehatan, dan keuangan dari pihak BPK tidak ada hal yang menonjol, alhamdulliah semuanya baik.”
Bagi Jeje Wiradinata dalam hal menghadapi pandemi Covid-19, menurutnya hanya di segi kepariwisataan saja mengalami penurunan, hampir berhenti 100%, ”ini yang paling terdampak,”ujarnya dengan menambahkan –“Untungya kegiatan pertanian dan perikanan, nyaris tak ada yang terganggu secara nyata. Malahan industri gula kelapa, masih tetap berproduksi sekitar 1.000 ton per minggu dengan kisaran nilai Rp. 13 hingga Rp. 14 miliar.
Perlu LSM Pendamping
Menyinggung perlunya LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang fokus terhadap pelestarian dan pengembangan lingkungan hidup untuk pengembangan daerah Pangandaran:
”Justru itu sengaja bertemu kawan lama Kang Eka. Saya tahu kemampuan jaringannya dalam hal advokasi lingkungan hidup. Terpenting kan, LSM ini mampu mendorong perbaikan dari penyebab kerusakan alam secara mendasar. Gerakan Hejo dengan segala pengalamannya, diharapkan bisa berperan membantu di daerah saya,” tutupnya yang diamini langsung oleh Eka Santosa berupa kesediaan untuk terjun ke Pangandaran. [red]
EDUPUBLIK JABAR Mencerdaskan Bangsa
