hari ini :

Home » Lingkungan » Dansektor 21 Bantu Berikan Solusi Permasalahan Warga Puri Cipageran 1 Cimahi Utara

Dansektor 21 Bantu Berikan Solusi Permasalahan Warga Puri Cipageran 1 Cimahi Utara

EDUPUBLIK, Cimahi – Giat Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat menanam pohon di lapangan Puri Cipageran 1 bersama beberapa tokoh warga sambil melakukan diskusi mencari solusi terkait keberadaan pasar tumpah di wilayah Puri Cipageran Asri 1 telah dilaksanakan pada hari Minggu (05/07/2020) dari pukul 09.00 hingga 13.30 wib.

“Hari ini kami diundang oleh para tokoh warga untuk ikut memberikan solusi permasalahan warga yang ada di wilayah Puri Cipageran 1 Cimahi Utara yaitu mengenai keberadaan pasar tumpah. Dan sambil sosialisasi Citarum Harum dan menanam pohon, kami membantu memberi solusi,” kata Kolonel Inf. Yusep Sudrajat saat memberikan keterangan kepada para awak media.

Dalam giat tersebut hadir Dr. Eki Baihaki, Kapten Infl Sumadi ( Danramil Cimahi Utara ), Aiptu Widodo ( Babinkamtibmas ), Pelda Eddy Hertono ( Babinsa kelurahan Cimahi Utara ), Enang Sahri Lukmansyah S.sos,MM ( Anggota Dewan Komisi lll ), Ketua Rw 23, 24, 25, 26, 27, 28, kelurahan Cipageran kecamatan Cimahi Utara, dan beberapa tokoh masyarakat kelurahan Cipageran.

“Penanaman pohon langka yang kami sumbangkan untuk ditanam di lapangan Puri Cipageran 1 ini diharapkan menjadi simbol komitmen warga untuk selalu menjaga kebersihan,ketertiban, serta keamanan lingkungan di wilayah puri Cipageran 1 ini,” kata Kolonel Inf. Yusep Sudrajat.

Sementara itu Dr. Eki Baihaki selaku Ketua Forum RW di kelurahan Cipageran mengungkapkan bahwa selain melakukan penanaman pohon di wilayah ini tengah ada satu permasalahan yaitu keberadaan pasar tumpah yang muncul sejak adanya wabah pandemi covid 19. “Para pedagang yang muncul secara tiba-tiba sejak pandemi covid 19 di jalan raya dekat lapangan Puri Cipageran 1 ini, menimbulkan masalah ketertiban yang tidak terjaga,” ungkapnya. “Dan kami akhirnya merelokasi para pedagang untuk bisa berdagang dipinggir lapangan Puri Cipageran 1 ini agar bisa tertib,” katanya lagi.

Dr. Eki Baihaki juga mengatakan bahwa para pengurus Forum RW meminta waktu agar diberi waktu 6 bulan untuk mengkondisikan para pedagang dan lapangan yang digunakan para pedagang. “Penempatan para pedagang juga menggunakan protokol kesehatan yaitu dengan ada jarak yang cukup sekitar 1,5 meter agar bisa sesuai dengan social distancing,” katanya. “Kami tidak mungkin menghentikan warga kami yang memang mencari nafkah dengan berdagang disini selama ini. Makanya kami memilih cara untuk merelokasi tempat berdagang mereka ke sini dan semoga dalam waktu 6 bulan akan ada perubahan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.[red/bn]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*