
EDUPUBLIK, Bandung – Sebulan penuh umat muslim menjalankan ibadah puasa dan Idhul Fitri, pasca lebaran pemerintah melalui kementerian kesehatan mulai masif mensosialisasikan protokol kesehatan baru di tengah pandemic covid-19 yaitu new normal.
Pemerintah ingin roda birokrasi dan perekonomian kembali bergerak dengan standar kesehatan ketat ditengah wabah corona yang angka penularannya masih cukup tinggi khususnya di Indonesia.
Memandang hal ini, Anggota Komisi II DPRD Jabar, Tia Fitriani, mengatakan, penerapkan tatanan hidup normal baru di tengah pandemi COVID-19 dinilai butuh peran pemerintah, tokoh agama dan masyarakat untuk menyiapkan mental masyarakat dalam prakteknya, Kamis (4/6/2020)
Menurut Tia, tatanan hidup normal baru menuntut adanya perilaku baru. Hidup ‘New Normal’ sebagai konsekuensi dari adanya virus corona jenis baru (Sars-CoV-2) penyebab COVID-19.
Lanjutnya,”Maka diperlukan adanya protokol kesehatan yang berlaku menuntut perubahan perilaku sehari-hari. Seperti memakai masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan”.
Untuk konsep ‘New Normal ’ yang akan di berlakukan Pemerintah harus memperkuat stimulus pada sektor perekonomian seperti pertanian dan peternakan agar ketersediaan logistik pangan kita terus terjaga.
“Juga pemerintah agar menstimulus sektor usaha yang hancur akibat lambatnya roda perekonomian di karenakan Wabah Virus Covid 19, Jika pemerintah cepat merespon maka akan lebih mudah kita melakukan recovery ekonomi di masa ‘New Normal ’ ini dan bangkitkan sektor perekonomian,” ujar Tia Fitriani.[red]
EDUPUBLIK JABAR Mencerdaskan Bangsa
