hari ini :

Home » Lingkungan » Dansektor 21 Meninjau Rencana Pembangunan Oxbow di Desa Sidamukti

Dansektor 21 Meninjau Rencana Pembangunan Oxbow di Desa Sidamukti

EDUPUBLIK, Kab Bandung – Giat inspeksi atau peninjauan oleh Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat diwilayah kampung Patrol desa Sidamukti kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung yang akan dibangun oxbow oleh BBWS dan DJKN yaitu telah dilaksanakan pada hari Kamis (14/08/2020) dari pukul 10.00 hingga 11.30 wib. Dalam giat tersebut hadir Yayat Yuliana dari BBWS, Joko dari DJKN, anggota satgas Citarum Harum Subsektor 17-21 Solokan Jeruk, tokoh masyarakat serta beberapa awak media.

“Hari ini kita bersama perwakilan dari BBWS serta DKN meninjau lokasi tempat percontohan oxbow yang akan dibangun oleh BBWS dan DJKN yang kebetulan berada di wilayah kerja Sektor 21 yaitu kecamatan Solokan Jeruk. Dan ternyata kita harus menyadarkan warga yang sudah membangun tempat tinggal diatas tanah negara bahwa jika negara membutuhkan maka warga harus rela meninggalkan tempat tinggalnya tersebut,” kata Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat saat melakukan peninjauan wilayah kerja Sektor 21 yang akan dibangun oxbow.

Dalam giat tersebut terungkap bahwa keberadaan oxbow di wilayah ini sudah ada sejak 20 tahun lalu dan saat ini sudah banyak bangunan berdiri di tanah tersebut. “Kami kebetulan mendapat permintaan dari komunitas pecinta lingkungan hidup serta Karang Taruna disini agar potensi oxbow yang ada bisa dijadikan sarana wisata hingga kami membantu untuk mewujudkan keinginan mereka,” kata Yayat. “Hal lain terkait pembangunan oxbow ini, nantinya akan menjdi retensi air agar tidak terjadi banjir serta pengadaan air untuk pertanian dan perkebunan diwilayah ini,” lanjutnya.

Yayat juga menyinggung bahwa keberadaan oxbow ini nantinya akan dikelola oleh warga setempat yang tergabung dalam organisasi pecinta lingkungan dan karang taruna. “Kita akan kesampingkan dulu masalah komersial dan lebih fokus kepada fungsi utamanya sebagai retensi air. Namun tidak menyanggah kemungkinan menjadi komersial saat telah dikelola oleh warga,” katanya.

Sementara itu Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat juga menegaskan bahwa pihaknya selaku satgas Citarum Harum akan membantu dengan kapasitas yang dimilikinya. “Kami akan menyediakan saran peralatan seperti back hoe, truk dan membantu sosialisasi kepada warga agar tidak terjadi keributan saat tanah yang saat ini dianggap milik mereka harus dilepaskan untuk kepentingan negara,” pungkasnya.[red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*