
EDUPUBLIK, Kab Bandung – Dikabarkan dugaan adanya beberapa karyawan PT. Ceres yang beralamat di jalan Dayeuhkolot Pasawahan kababupaten Bandung terpapar Reactive virus Covid-19.
Ada satu orang berdasarkan hasil informasi dari masyarakat dan pejabat daerah kabupaten Bandung berdasarkan informasi setelah hasil Test PCR masal di Jalak Harupat.
Berdasarkan narasumber yang tidak mau di sebutkan namanya, “Saat ini ada salah satu karyawan PT. Perusahaan Industri Ceres yang sudah dikarantina di BLK ketenagakerjaan Kabupaten Bandung berdasarkan hasil Swab/PCR untuk petugas KPPS Pilkada Kabupaten Bandung pada tanggal 9 Juli 2020”.
“Dan kebetulan petugas KPPS tersebut adalah karayawan PT. Perusahaan Industri ceres, setelah di Rapid test hasilnya Negatif, tetapi setelah di Swab hasilnya Positif. sementara itu saat ini karyawan bersangkutan masih dikarantina di BLK ketenagakerjaan Kabupaten Bandung”,ujarnya.
Berdasarakan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor.HK .01.07 Menkes/328/2020 Tentang “Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di tempat kerja perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi.
Ketika para karyawan PT.Ceres setelah melaksanakan rafid test hasilnya ada yang Positif, maka semua karyawannya di PCR/ SWAB dan ini kembali kepada penegakan supermasi hukum selaku pelaksananya adalah pemerintah Daerah Kabupaten Bandung khususnya GUGUS TUGAS ( Dinkes, Disnaker dll.) Wajib untuk menjalankan sebagaimana ketentuan yang berlaku, artinya ketika ada yang terindikasi Positif di satu Perusahaan PT.Ceres maka Pemerintah Daerah mengintrusikan semua Karyawan PT.Ceres di PCR/SWAB seluruh karyawannya, apabila tidak pemda / Gugus tugas sudah melanggar Permenkes dan Protokol Kesehatan.
“Jangan sampai asyiknya main mata pihak pemerintah daerah dalam melakukan konsfirasi terselubung dengan pihak perusahaan PT. Ceres untuk menutupi kejadian atau hasil PCR/SWAB yang sebenarnya, sehingga masyarakat dapat tercemar akibat penyebaran wabah virus corona (covid 19) dan menjadi korban”,pungkasnya. [red]
EDUPUBLIK JABAR Mencerdaskan Bangsa
